Jakarta,NortonNews – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menyoroti maraknya kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya kerap dijadikan bahan konten viral di media sosial.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri acara BGN Goes to Campus di Auditorium Prof A. Amiruddin Fakultas Kedokteran Unhas, Makassar, Selasa (5/5/2026).
Menurut Nanik, program MBG kini seolah selalu dikaitkan dengan berbagai persoalan yang sedang ramai diperbincangkan publik. Ia bahkan menyinggung isu perceraian hingga konflik figur publik yang ikut membawa-bawa nama MBG.
“Jadi orang bercerai juga MBG, Ahmad Dhani dan Maia juga berantem karena MBG. Pokoknya MBG harus salah. Kalau enggak salah, dicari salahnya,” ujar Nanik S Deyang di hadapan mahasiswa.
Ia menilai sebagian pihak sengaja menjadikan MBG sebagai bahan kritik demi mengejar viralitas dan keuntungan dari media sosial. Menurutnya, konten yang membahas MBG mudah menarik perhatian publik dan menghasilkan monetisasi, terutama di platform digital seperti Facebook Pro.
Nanik juga mencontohkan adanya kreator konten yang sengaja menampilkan menu MBG dengan narasi negatif untuk meningkatkan jumlah penonton dan interaksi.
“Misalnya ayamnya sudah dimakan, lalu ditampilkan menu seperti ini MBG, langsung viral, like-nya tinggi, monetisasinya dapat duit,” katanya.
Meski begitu, ia menegaskan pemerintah tidak melarang masyarakat membuat konten terkait MBG. Namun, ia meminta publik agar lebih fokus mengkritisi pelaksanaan di lapangan, bukan langsung menyalahkan keseluruhan program.
Menurutnya, apabila ditemukan pelanggaran atau tindakan korupsi oleh oknum pelaksana, maka yang harus menjadi sorotan adalah individunya, bukan tujuan utama program MBG itu sendiri.
“Kalau ada manajer yang korup, yang disorot orangnya. Program ini sendiri luar biasa,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nanik juga mengapresiasi langkah Universitas Hasanuddin yang telah membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia berharap fasilitas tersebut dapat berkembang menjadi laboratorium khusus program MBG untuk kawasan Indonesia Timur.
Nanik menambahkan bahwa program MBG masih membutuhkan banyak evaluasi dan penyempurnaan karena tergolong baru. Meski demikian, ia menilai program tersebut penting sebagai upaya pemenuhan hak dasar anak-anak Indonesia untuk memperoleh makanan bergizi dari negara.
“Tidak ada anak yang ingin lahir dalam kondisi sulit. Ini soal hak dasar mereka,” pungkasnya.

















































You must be logged in to post a comment Login