NortonNews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya mendukung kesehatan para siswa justru berakhir tragis di Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Sebanyak 162 siswa dilaporkan mengalami keracunan massal usai mengonsumsi makanan yang diketahui mengandung bahan kimia berbahaya serta terkontaminasi bakteri.
Berdasarkan hasil penyelidikan terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN) bersama BPOM, ditemukan adanya kandungan boraks dalam jumlah tinggi serta bakteri patogen pada sampel makanan yang disajikan kepada para siswa.
Ketua Tim Investigasi BGN, Arie Karimah Muhammad, menjelaskan bahwa temuan tersebut diperoleh melalui dua tahapan pemeriksaan, yakni uji cepat oleh Dinas Kesehatan setempat dan uji laboratorium lanjutan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Dilansir dari Lambeturah.co.id – Hasil pemeriksaan menunjukkan temuan yang cukup mengkhawatirkan. Boraks, yang merupakan zat pengawet non-pangan, terdeteksi pada hampir seluruh menu utama yang disajikan, seperti telur kecap, tempe goreng, dan tumis sayuran.
Adapun kadar boraks yang ditemukan berkisar antara 100 hingga 5.000 mg/L. “Hal ini menjadi perhatian serius karena bahan seperti telur, tempe, dan sayur tidak memerlukan tambahan pengawet kimia,” ujar Arie pada Minggu (3/5).
Selain kandungan bahan kimia, hasil uji laboratorium juga mengungkap penyebab gejala yang dialami para korban. Dua jenis bakteri berbahaya ditemukan dalam makanan tersebut, yakni Escherichia coli (E. coli) yang menandakan buruknya sanitasi dan kualitas air, serta Bacillus cereus yang dapat memicu muntah dan diare akibat pengolahan makanan yang tidak higienis.
Peristiwa yang terjadi pada 15 April 2026 ini tidak hanya menimpa siswa dari berbagai tingkat pendidikan di wilayah Air Asuk, tetapi juga beberapa orang tua yang turut mengonsumsi makanan tersebut.
Saat ini, pemerintah daerah bersama BGN masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui sumber kontaminasi, apakah berasal dari bahan baku atau kesalahan dalam proses pengolahan di dapur umum penyedia makanan.
Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi pelaksanaan program MBG secara nasional. Evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP), khususnya terkait sanitasi dan pemilihan bahan, menjadi langkah penting guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

















































You must be logged in to post a comment Login