NortonNews – Pemain sepak bola Kylian Mbappe menuai kecaman dari masyarakat China setelah melontarkan komentar mengenai Mao Zedong, tokoh revolusioner sekaligus pendiri Republik Rakyat China. Pernyataannya memicu kontroversi karena Mao merupakan sosok bersejarah yang dihormati di negara tersebut.
Mao Zedong lahir pada 26 Desember 1893 di Desa Shaoshan, Kabupaten Xiangtan, Provinsi Hunan, China. Ia juga dikenal dengan nama Run Zhi dan berperan penting dalam perkembangan komunisme serta berdirinya Republik Rakyat China.
Pada Juli 1918, Mao menyelesaikan pendidikannya di Hunan First Normal College. Beberapa bulan kemudian, ia bekerja sebagai pustakawan di Universitas Peking sembari mengikuti sejumlah perkuliahan. Di lingkungan kampus tersebut, Mao mulai mempelajari Marxisme-Leninisme di bawah bimbingan Li Dazhao, kepala pustakawan universitas.
Pemikiran Mao juga dipengaruhi oleh Gerakan Empat Mei pada 1919. Ia kemudian aktif menyebarkan ajaran Marxisme dan menjadi salah satu pendiri Partai Komunis China. Pada 1921, Mao mewakili Partai Komunis Hunan dalam Kongres Nasional Pertama Partai Komunis China.
Dilansir dari detik.com – Sepanjang perjalanan politiknya, Mao menduduki berbagai jabatan penting di Partai Komunis China, termasuk posisi di Komite Sentral dan Komisi Militer Sentral, hingga menjadi pemimpin China. Ia mendedikasikan hidupnya untuk perjuangan revolusioner, pembentukan Republik Rakyat China, serta pengembangan sosialisme. Mao meninggal dunia di Beijing pada 9 September 1976 dalam usia 82 tahun.
Kontroversi yang melibatkan Mbappe bermula dari sebuah video tanya jawab singkat. Saat ditanya mengenai meme favoritnya, pemain yang pernah membela Paris Saint-Germain tersebut menyebut Mao Zedong. Ia juga mengungkapkan bahwa meme bergambar Mao kerap dijadikan bahan candaan bersama rekan-rekannya.
Pernyataan tersebut kemudian memicu reaksi di China. Dua perusahaan besar, Dongpeng dan Mengniu, dilaporkan memutuskan kerja sama dengan Mbappe karena menilai komentarnya tidak menghormati Mao Zedong yang dianggap berjasa dalam pembentukan negara China.
Kementerian Luar Negeri China turut menyampaikan keberatan atas pernyataan tersebut. Menghadapi gelombang kritik, Mbappe akhirnya menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa komentarnya berkaitan dengan sebuah gambar tentang dirinya sendiri.
Ia mengakui bahwa ucapannya kurang tepat dan memahami bahwa pernyataan itu telah melukai perasaan banyak orang di China maupun komunitas Tionghoa di berbagai belahan dunia. Mbappe pun meminta maaf kepada seluruh pihak yang merasa tersinggung oleh perkataannya.





















































You must be logged in to post a comment Login