Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Sopir BYD Akui Melamun dan Mengantuk Sebelum Tabrak Sejumlah Kendaraan hingga Lukai Pengemudi Ojol di Blok M

Sopir BYD Akui Melamun dan Mengantuk Sebelum Tabrak Sejumlah Kendaraan hingga Lukai Pengemudi Ojol di Blok M

JAKARTA, NortonNews.com – Kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil listrik BYD di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, menjadi perhatian setelah pengemudinya mengaku melamun dan mengantuk saat berkendara. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan dan seorang pengemudi ojek online (ojol) mengalami patah tulang kaki setelah tertabrak hingga terlindas kendaraan tersebut.

Di lansir dari detikNews – Senin (26/10/2026), polisi mengungkapkan bahwa pengemudi mobil BYD berinisial S (46) memberikan keterangan mengenai kondisi dirinya sebelum kecelakaan terjadi. Berdasarkan pemeriksaan sementara, pengemudi mengaku kehilangan konsentrasi ketika mengemudikan mobilnya di Jalan Panglima Polim, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Adiel Aristo, menjelaskan bahwa pengemudi diduga berada dalam kondisi mengantuk dan melamun. Situasi tersebut diduga membuatnya tidak sengaja menginjak pedal gas hingga kendaraan kehilangan kendali.

Setelah menyadari mobilnya melaju tidak terkendali, pengemudi disebut panik. Dalam kondisi tersebut, pedal gas justru semakin terinjak sehingga mobil terus bergerak dan menabrak sejumlah kendaraan yang berada di jalurnya.

Meski demikian, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kecelakaan secara menyeluruh. Penyidik juga belum menutup kemungkinan adanya faktor teknis yang berhubungan dengan fungsi pedal gas dan rem pada kendaraan tersebut.

Pengemudi Mengaku Kehilangan Konsentrasi

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kecelakaan bermula ketika pengemudi BYD kehilangan konsentrasi saat berkendara. Kondisi mengantuk dan melamun diduga memengaruhi kemampuannya dalam mengendalikan kendaraan di tengah lalu lintas.

Pengemudi mengaku pedal gas mobil terinjak hingga kendaraan bergerak semakin cepat. Ketika menyadari situasi tersebut, ia mengalami kepanikan yang diduga membuat kendali terhadap kendaraan semakin sulit dipulihkan.

Pihak kepolisian masih berupaya memastikan rangkaian kejadian tersebut melalui pemeriksaan terhadap pengemudi dan pendalaman terhadap kondisi kendaraan. Langkah ini diperlukan agar penyebab kecelakaan tidak hanya ditentukan berdasarkan pengakuan awal, tetapi juga didukung hasil penyelidikan.

Adiel menyampaikan bahwa fungsi pedal gas dan rem mobil akan turut diperiksa. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat gangguan teknis yang berpotensi memengaruhi kemampuan kendaraan untuk berhenti atau dikendalikan.

Dengan demikian, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil pendalaman penyidik. Keterangan pengemudi menjadi salah satu bahan pemeriksaan, tetapi belum dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan seluruh faktor yang menyebabkan insiden tersebut.

Sopir BYD Telah Ditetapkan sebagai Tersangka

Dalam perkembangan penanganan kasus tersebut, polisi telah menetapkan S sebagai tersangka. Penetapan ini berkaitan dengan kecelakaan yang menyebabkan sejumlah kendaraan tertabrak dan seorang pengemudi ojol mengalami luka.

Meskipun telah berstatus tersangka, proses penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap penyebab kejadian secara lebih rinci. Polisi melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek, termasuk keterangan pengemudi, kronologi kecelakaan, serta kemungkinan adanya persoalan teknis pada mobil listrik yang dikendarainya.

Polisi juga telah melakukan pemeriksaan urine terhadap S. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang disampaikan kepada publik, pengemudi dinyatakan negatif mengonsumsi alkohol dan narkotika.

Hasil tersebut menjadi salah satu informasi dalam proses penyelidikan. Namun, pemeriksaan terkait penyebab kecelakaan tetap dilanjutkan untuk mengetahui bagaimana kendaraan dapat kehilangan kendali dan menabrak beberapa kendaraan dalam satu rangkaian kejadian.

Penanganan kasus ini menjadi perhatian karena kecelakaan terjadi di jalan yang digunakan oleh berbagai jenis kendaraan, termasuk mobil pribadi, sepeda motor, dan pengendara yang sedang menjalankan aktivitas pekerjaan.

Kronologi Kecelakaan di Jalan Panglima Polim

Kecelakaan tersebut terjadi pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 16.48 WIB di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berdasarkan keterangan kepolisian, mobil BYD yang dikemudikan S saat itu melaju dari arah selatan menuju utara.

Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa, menjelaskan bahwa mobil BYD pertama kali menabrak Honda Brio bernomor polisi B-2967-NGY yang bergerak searah di depannya.

Setelah benturan pertama, mobil BYD oleng ke kiri dan menabrak sepeda motor Honda Beat bernomor polisi A-3867-DD yang dikendarai seorang pengemudi ojol berinisial HS. Kendaraan tersebut juga menabrak mobil Wuling bernomor polisi B-1835-ERZ yang sedang berhenti di sisi kiri jalan.

Benturan tidak berhenti di situ. Mobil BYD kemudian naik ke trotoar dan menabrak dua kendaraan lain yang terparkir di sekitar Hotel Amaris, yakni Honda Mobilio bernomor polisi B-1247-WZK dan Toyota Navi bernomor polisi B-2447-TWB.

Rangkaian tabrakan tersebut menyebabkan beberapa kendaraan mengalami kerusakan. Pengemudi ojol yang berada di lokasi turut menjadi korban dalam kecelakaan itu.

Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut untuk memastikan faktor yang menyebabkan mobil terus bergerak setelah mengalami benturan pertama. Pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan juga menjadi bagian dari upaya mengungkap penyebab kecelakaan secara menyeluruh.

Pengemudi Ojol Mengalami Patah Tulang Kaki

Korban dalam kecelakaan tersebut adalah Hasan Syukur (56), yang dikenal dengan nama panggilan Agus. Ia merupakan pengemudi ojek online yang sedang beraktivitas di kawasan Jakarta Selatan ketika insiden terjadi.

Akibat tertabrak dan terlindas mobil BYD, Hasan mengalami patah tulang pada kaki kiri serta sejumlah luka lecet. Setelah kejadian, korban dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan informasi yang disampaikan kepolisian pada 26 Oktober 2026, Hasan telah menjalani operasi dan masih berada dalam tahap observasi medis. Kondisinya terus dipantau oleh tim kesehatan setelah tindakan operasi dilakukan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena kecelakaan lalu lintas dapat berdampak besar terhadap korban, terutama mereka yang menggantungkan penghasilan sehari-hari dari aktivitas berkendara. Selain harus menjalani perawatan, korban juga berpotensi menghadapi keterbatasan dalam bekerja selama masa pemulihan.

Penanganan terhadap korban menjadi hal penting setelah kecelakaan terjadi. Di sisi lain, proses penyelidikan perlu dilakukan secara menyeluruh agar penyebab kejadian dapat diketahui dan pertanggungjawaban terhadap peristiwa tersebut diproses sesuai ketentuan hukum.

Polisi Dalami Penyebab dan Kondisi Kendaraan

Hingga Senin (26/10/2026), kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kecelakaan yang melibatkan mobil BYD tersebut. Selain memeriksa pengemudi, penyidik juga berencana memastikan apakah terdapat gangguan pada sistem kendaraan, khususnya bagian pedal gas dan rem.

Pemeriksaan teknis diperlukan untuk mengetahui apakah kecelakaan terjadi akibat kehilangan konsentrasi pengemudi, masalah pada kendaraan, atau faktor lain yang perlu dibuktikan melalui penyelidikan.

Kepolisian juga telah menyampaikan hasil pemeriksaan urine pengemudi yang menunjukkan hasil negatif alkohol dan narkotika. Dengan demikian, penyelidikan berfokus pada pengungkapan rangkaian kejadian dan faktor yang menyebabkan kendaraan kehilangan kendali.

Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan agar menjaga konsentrasi selama berkendara. Kondisi mengantuk, kelelahan, atau pikiran yang tidak terfokus dapat mengurangi kemampuan seseorang dalam merespons situasi lalu lintas.

Pengendara sebaiknya beristirahat apabila merasa mengantuk dan tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika konsentrasi menurun. Selain itu, pemeriksaan kendaraan secara berkala juga diperlukan untuk memastikan seluruh komponen berfungsi dengan baik.

Kecelakaan di Jalan Panglima Polim tersebut menunjukkan pentingnya kewaspadaan serta pengendalian kendaraan dalam berbagai kondisi lalu lintas. Setiap pengemudi memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan dirinya sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Penyelidikan kepolisian diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kecelakaan dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Sementara itu, kondisi korban menjadi perhatian utama selama menjalani perawatan dan pemulihan.

 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...