Connect with us

Hi, what are you looking for?

Terbaru

Wamenko Dradjad Cari Solusi Kebutuhan Air untuk Pengembangan Data Center AI

NortonNews – Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mendapat tugas dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk mencari solusi terkait kebutuhan air dalam pengembangan data center berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia.

Dradjad mengatakan kebutuhan air menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan seiring perkembangan teknologi baru, termasuk AI dan industri data center. Selain air, teknologi tersebut juga membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar serta kesiapan masyarakat.

“Saya membantu beliau (Airlangga) mencari solusi untuk masalah air. Terutama masalah air, masalah energi, dan kesiapan masyarakat,” ujar Dradjad.

Menurutnya, kebutuhan air dan energi perlu menjadi perhatian pemerintah karena perkembangan AI berlangsung semakin pesat. Indonesia juga dinilai tidak dapat mengabaikan kemajuan teknologi tersebut karena AI berpotensi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kekuatan ekonomi dan teknologi suatu negara.

“Seperti yang saya sampaikan tadi, teknologi baru itu selalu ada tantangan, ada dua sisi. Salah satu sisinya itu memang masalah air, masalah energi. Butuh energi banyak, butuh air banyak,” katanya.

Dradjad menilai Indonesia perlu mengambil bagian dalam perkembangan industri AI. Ia memperkirakan dalam lima hingga 10 tahun mendatang, AI akan semakin berkaitan dengan kekuatan ekonomi, teknologi, militer, hingga geopolitik suatu negara.

“Itu adalah future. Lima tahun, 10 tahun yang akan datang, kekuatan ekonomi, kekuatan teknologi, kekuatan militer, kekuatan geopolitik itu salah satunya akan sangat tergantung kepada AI,” ujarnya.

Dilansir dari cnnindonesia.com – Meski demikian, Dradjad belum menjelaskan secara rinci solusi yang sedang disiapkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan air dan energi bagi industri tersebut. Ia menyebut pembahasan lebih lanjut akan dilakukan setelah mulai menjalankan tugas yang diberikan kepadanya.

“Nanti saya akan bicara lebih banyak setelah saya mulai mengerjakan,” ucapnya.

Sebelumnya, Airlangga mengungkapkan tiga faktor utama yang harus tersedia agar Indonesia dapat menjadi basis industri data center di tengah pesatnya perkembangan AI. Ketiganya adalah lahan, listrik, dan air.

“Kuncinya adalah ketersediaan lahan, ketersediaan listrik, dan ketersediaan air,” kata Airlangga dalam keynote speech pada acara BIG Downstream Insights 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Airlangga menjelaskan kebutuhan data center terus meningkat seiring persaingan negara-negara di dunia dalam mengembangkan industri AI. Indonesia, menurutnya, memiliki sejumlah modal untuk memanfaatkan peluang tersebut.

“Kita melihat bahwa ke depan AI itu menjadi game changer sekaligus mendirikan industri baru yaitu industri data center. Sekarang seluruh dunia sedang balapan untuk mengembangkan industri data center,” ujarnya.

Ketersediaan lahan, listrik, dan air menjadi faktor penting karena pembangunan data center membutuhkan dukungan infrastruktur dalam skala besar.

Salah satu kawasan yang disiapkan untuk pengembangan industri digital adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) digital di Bintan, Kepulauan Riau. Airlangga menyebut kawasan tersebut telah penuh sehingga pemerintah menyiapkan ekspansi untuk mengakomodasi kebutuhan pengembangan data center.

“Indonesia dilihat memenuhi persyaratan tersebut maka kawasan ekonomi khusus yang digital di Bintan sudah dalam tanda petik sold out,” jelasnya.

Selain Bintan, pemerintah juga menyiapkan kawasan data center di Karawang, Jawa Barat. Lokasi tersebut dinilai strategis karena berada dekat dengan pasar domestik.

Pemerintah juga terus meningkatkan kapasitas listrik untuk menunjang kebutuhan industri digital dan data center. Airlangga menyebut tambahan kapasitas listrik nasional dalam dua hingga tiga tahun mendatang dapat mencapai sekitar 500 megawatt.

“Memang menjadi tantangan apakah multiplier efek daripada AI? Pertanyaannya bukan, sebetulnya jawabannya bukan hanya multiplier tetapi ini adalah the future daripada digital,” katanya.

Selain infrastruktur, Airlangga menekankan pentingnya ketersediaan data berkualitas dalam pengembangan AI. Menurutnya, teknologi tersebut membutuhkan data yang kredibel agar dapat bekerja secara optimal.

“Dimana digitalisasi ini membutuhkan data-data yang credible, tanpa data credible AI itu tidak mampu untuk meng-crawling data yang baik,” pungkasnya.

 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...