NORTON NEWS, JAKARTA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional penerbangan di berbagai wilayah Indonesia. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 2.458 penerbangan berjadwal domestik terdampak selama periode 11 Agustus hingga 17 Oktober 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.324 penerbangan mengalami pembatalan atau penundaan. Data ini menunjukkan dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar wilayah kebakaran, tetapi juga menghambat mobilitas penumpang melalui transportasi udara.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa jumlah penerbangan terdampak terus bertambah. Pada 13 Oktober 2026, jumlahnya tercatat sebanyak 2.021 penerbangan. Angka tersebut meningkat 437 penerbangan dalam empat hari berikutnya.
Ribuan Penerbangan Mengalami Gangguan
Selain pembatalan atau penundaan, Kemenhub mencatat 1.080 penerbangan mengalami keterlambatan. Sebanyak 22 penerbangan dialihkan ke bandara lain, enam penerbangan kembali ke bandara keberangkatan, dan 26 penerbangan dimajukan jadwalnya.
Gangguan tersebut terjadi karena kabut asap mengurangi jarak pandang di sekitar bandara. Kondisi ini dapat memengaruhi keselamatan operasional pesawat, sehingga penyesuaian jadwal dan rute perlu dilakukan sesuai keadaan di lapangan.
Kemenhub menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak pesawat menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional.
Kabut Asap Meluas ke Berbagai Wilayah
Pada periode 13–17 Oktober 2026, dampak kabut asap terpantau di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan, Papua, Sumatera, Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara.
Beberapa bandara yang terdampak antara lain Bandara Supadio di Pontianak, Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya, Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, Bandara Pattimura di Ambon, Bandara Sultan Babullah di Ternate, serta Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru.
Meluasnya dampak tersebut menunjukkan bahwa kabut asap dapat mengganggu transportasi udara lintas wilayah, termasuk di daerah yang tidak berada tepat di sekitar titik kebakaran.
Penerbangan Internasional dan Perintis Ikut Terdampak
Gangguan penerbangan juga terjadi pada rute internasional. Kemenhub mencatat 14 penerbangan internasional dibatalkan akibat kabut asap.
Sebanyak 12 penerbangan rute Singapura–Pontianak pulang pergi dibatalkan pada 12–23 September 2026 karena kondisi asap di Bandara Supadio. Sementara itu, dua penerbangan rute Singapura–Palembang pulang pergi dibatalkan pada 15 Oktober 2026 akibat kabut asap di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Penerbangan perintis turut mengalami gangguan. Pada 16 Oktober 2026, sebanyak 22 penerbangan perintis dibatalkan, termasuk dua penerbangan kargo.
Pembatalan tersebut berpotensi memengaruhi akses transportasi masyarakat di daerah yang bergantung pada layanan penerbangan perintis.
Kemenhub Perkuat Mitigasi Keselamatan
Dilansir dari Suara.com – Untuk mengantisipasi dampak karhutla, Kemenhub meningkatkan kesiagaan operasional bandara dan memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait.
Pemantauan kondisi cuaca dan jarak pandang menjadi bagian penting dalam menentukan apakah penerbangan dapat beroperasi secara aman. Penyesuaian jadwal, pengalihan rute, maupun pembatalan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi aktual di setiap bandara.
Di tengah meluasnya kabut asap, masyarakat yang hendak bepergian menggunakan pesawat disarankan memantau informasi resmi dari maskapai dan pengelola bandara sebelum berangkat.


















































You must be logged in to post a comment Login