Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Warung Pancong Yaya Legenda 65 Tahun di Tepian Rel

JAKARTA, NortonNews.com — Suara deru kereta yang melintas hanya beberapa meter dari area makan pengunjung seolah menjadi latar yang tak pernah benar-benar hilang di Warung Pancong Yaya.

Di tengah bunyi roda besi yang bergesekan dengan rel, para pelanggan tetap berdatangan untuk menikmati kue pancong yang telah bertahan lebih dari 60 tahun di kawasan Menteng Sukabumi, Jakarta Pusat.

Pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, suasana di warung yang berada di Jalan Menteng Sukabumi Gang 1 tersebut terpantau masih relatif sepi pengunjung.Sejumlah pelanggan terus berdatangan secara bergantian untuk membeli pancong dan minuman, sementara sebagian lainnya memilih memesan untuk dibawa pulang.

Menjelang malam, suasana berubah cukup ramai. Area lesehan di bagian dalam warung hampir seluruhnya terisi, didominasi anak muda yang datang berkelompok, serta keluarga dan pasangan yang menikmati suasana khas yang jarang ditemukan di tempat lain.

Di tengah perubahan zaman dan maraknya tempat nongkrong modern, Pancong Yaya tetap bertahan bukan hanya karena rasa, tetapi juga karena kuatnya warisan keluarga lintas generasi.

Usaha ini dirintis oleh generasi pertama, Aki Darya atau yang akrab disapa Yaya, sekitar 65 tahun lalu. Awalnya, ia berjualan kue pancong menggunakan gerobak keliling sebelum akhirnya menetap dengan menyewa tempat di kawasan tersebut.Seiring berkembangnya usaha, keluarga kemudian menempati lokasi yang kini dikenal sebagai Warung Pancong Yaya.

“Awalnya kakek saya berjualan menggunakan gerobak, mulai sekitar tahun 1961. Dulu keliling, lalu kemudian menyewa tempat di sekitar sini. Setelah itu baru pindah ke lokasi yang sekarang,” ujar Asep saat ditemui Kompas.com pada Jumat.

Usaha tersebut kemudian diteruskan oleh ayahnya pada era 1990-an. Asep sendiri mulai terlibat mengelola bisnis keluarga itu sejak 2016, tak lama setelah lulus SMP.

Dilansir dari Kompas.com – Menurutnya, menjaga Warung Pancong Yaya bukan hanya soal menjalankan usaha, tetapi juga mempertahankan warisan keluarga yang telah menjadi sumber penghidupan selama puluhan tahun. “Yang utama itu kepercayaan dan menjaga usaha keluarga. Ini juga jadi mata pencaharian keluarga dari dulu,” ujarnya.

Meski tetap mempertahankan resep dasar turun-temurun, beberapa penyesuaian dilakukan agar usaha tetap bertahan dan relevan. Jika sebelumnya pancong dibuat menggunakan telur bebek, kini diganti dengan telur ayam untuk menekan biaya produksi.

Perubahan paling besar terjadi ketika Asep mulai menambahkan berbagai varian rasa sekitar tahun 2020. Dari yang awalnya hanya beberapa pilihan, kini Pancong Yaya menawarkan sekitar 20 varian rasa. “Cocoa crunchy, es krim, tiramisu, Oreo, itu yang paling banyak dipesan sekarang,” katanya.

Langkah ini dilakukan untuk mengikuti perkembangan selera konsumen yang menginginkan lebih banyak variasi, tanpa menghilangkan ciri khas utama kue pancong tradisional.

Bertahan di tengah perubahan zaman, perjalanan usaha selama 65 tahun tentu tidak selalu mudah. Asep mengungkapkan bahwa bisnis keluarga tersebut pernah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari naiknya harga bahan baku hingga dampak pandemi Covid-19.

Pada masa pandemi, layanan pesan antar berbasis aplikasi digital justru menjadi penopang utama keberlangsungan usaha. Pancong Yaya sendiri telah bergabung dengan platform pemesanan online sejak sekitar tahun 2018, bahkan sebelum pandemi berlangsung.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...