Jakarta,NortonNews – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming mendorong agar berbagai inovasi hasil karya generasi muda dapat dikembangkan lebih lanjut hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya berhenti pada tahap penelitian maupun publikasi ilmiah.
Hal tersebut disampaikan Gibran saat menerima audiensi perwakilan dosen dan mahasiswa berprestasi Universitas Brawijaya (UB) di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa UB memperkenalkan sejumlah inovasi di bidang kesehatan, salah satunya ADAPT-V, sebuah rompi pintar berbasis teknologi yang dirancang untuk membantu menangani kondisi tantrum pada anak dengan autism spectrum disorder (ASD).
Gibran memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut dan menilai pentingnya proses hilirisasi agar karya yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat berkembang menjadi produk yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Kepala Pengembangan Talenta Mahasiswa UB, Abu Bakar Sambah, menyampaikan bahwa pesan utama Wapres adalah agar inovasi mahasiswa tidak berhenti setelah dipublikasikan, melainkan terus dikembangkan hingga memiliki nilai guna.
ADAPT-V merupakan perangkat wearable technology yang menggabungkan sensor detak jantung, sensor gerakan, machine learning, serta Internet of Things (IoT). Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi tanda-tanda tantrum pada anak dengan spektrum autisme. Ketika kondisi tertentu teridentifikasi, rompi tersebut dapat mengembang dan memberikan tekanan lembut pada tubuh sebagai bentuk stimulasi deep pressure yang menyerupai sensasi pelukan.
Selain ADAPT-V, mahasiswa UB juga memperkenalkan inovasi kesehatan lain, yaitu Transaid dan Vitalsense. Transaid memanfaatkan kecerdasan buatan serta teknologi pencitraan tiga dimensi untuk membantu mendeteksi celah antara tambalan gigi dan gigi asli. Sementara itu, Vitalsense merupakan perangkat pemantauan kesehatan tanpa tindakan invasif yang memanfaatkan IoT dan machine learning untuk memantau berbagai indikator kesehatan seperti suhu tubuh, tekanan darah, saturasi oksigen, kolesterol, glukosa, hingga denyut nadi.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga mengingatkan mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan, minat, dan bakat yang dimiliki, baik dalam bidang sains dan teknologi maupun sosial humaniora.
Menurut Abu Bakar, Wapres menekankan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Mahasiswa perlu memahami berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat agar mampu menciptakan ide kreatif dan solusi yang relevan.
Dorongan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan inovasi. Dengan ekosistem yang mendukung, karya mahasiswa seperti ADAPT-V diharapkan dapat berkembang dari sekadar prototipe menjadi produk yang memberikan dampak positif.
Pertemuan antara Wapres Gibran dan mahasiswa UB menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap pengembangan talenta muda serta kemajuan teknologi nasional. Gibran berharap generasi muda terus aktif belajar, peka terhadap persoalan sekitar, dan menghadirkan solusi melalui inovasi yang bermanfaat























































You must be logged in to post a comment Login