JAKARTA, NortonNews.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti tantangan dalam menata para pedagang di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.
Menurutnya, persoalan terkait penataan pedagang di pasar tersebut sudah berlangsung selama puluhan tahun dan hingga kini belum juga menemukan penyelesaian.
“Pembenahan ini memang tidak mudah.
Persoalan tersebut sudah berlangsung lebih dari 50 tahun, tepatnya sejak awal 1970-an,” ujar Pramono saat meninjau Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2026).
Pramono menyebut penataan kawasan Kramat Jati merupakan salah satu langkah yang perlu dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta guna mengembalikan fungsi jalan serta ruang publik sebagaimana mestinya.
Pasalnya, aktivitas pedagang yang memanfaatkan badan jalan sebagai tempat berjualan kerap memicu kemacetan.
Dalam upaya penataan tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan lokasi bagi sekitar 614 pedagang.
Dari total pedagang tersebut, sebanyak 331 orang akan ditempatkan di Pasar Kramat Jati Sektor 7.
Dilansir dari Kompas.com – Sementara itu, 193 pedagang ikan akan dipindahkan ke Lokbin Kramat Jati.
Adapun 45 pedagang kue akan menempati Lokbin Cililitan, sedangkan 45 pedagang lainnya akan diarahkan ke pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya.























































You must be logged in to post a comment Login