Jakarta,NortonNews -Media sosial tengah diramaikan oleh video yang menampilkan kondisi memprihatinkan proyek irigasi gantung di Desa Bandar Anom, Kabupaten Mesuji. Proyek bernilai Rp97,8 miliar itu menjadi sorotan publik karena kualitas bangunannya dinilai jauh dari harapan.
Rekaman yang diunggah warga bernama Andi Prabowo memperlihatkan sejumlah kerusakan pada infrastruktur, meski usia proyek disebut belum mencapai tiga tahun. Dalam video tersebut, terlihat beberapa bagian bangunan sudah mengalami penurunan kualitas yang cukup serius.
Warga menyoroti beberapa masalah utama, seperti besi penyangga yang mulai berkarat, munculnya lubang-lubang besar pada struktur, hingga kondisi beton yang tampak rapuh dan keropos di sejumlah titik.
Permasalahan ini tidak hanya ramai di media sosial, tetapi juga telah menarik perhatian aparat penegak hukum. Sejak 2024, Kejaksaan Tinggi (Kejati) dikabarkan mulai melakukan penyelidikan terkait proyek tersebut.
Dari hasil temuan awal, terdapat dugaan selisih antara kualitas pekerjaan dan spesifikasi yang berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga Rp14,3 miliar.
Kondisi ini tentu menimbulkan kekecewaan, terutama bagi masyarakat setempat. Para petani yang berharap proyek tersebut dapat membantu kebutuhan irigasi justru belum merasakan manfaatnya. Bangunan yang seharusnya mendukung pertanian kini dinilai belum berfungsi optimal.
Warga pun mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran serta kualitas pengerjaan proyek dengan nilai yang cukup besar tersebut.

























































You must be logged in to post a comment Login