
NortonNews- Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa Iran memberikan sinyal positif terhadap upaya pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping yang masih tertahan di Selat Hormuz.
Kedua kapal tersebut adalah LCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Juru Bicara Kemenlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menjelaskan bahwa sejak awal pemerintah bersama Kedutaan Besar RI di Teheran telah menjalin komunikasi intensif dengan otoritas Iran.
Ia mengungkapkan bahwa perkembangan terbaru menunjukkan adanya respons yang cukup baik dari pihak Iran. Menyusul hal tersebut, proses teknis dan operasional mulai dijalankan, meskipun jadwal pasti keberangkatan kedua kapal dari Selat Hormuz masih belum dapat dipastikan.
Diketahui, kedua kapal tersebut tengah menjalankan tugas saat tertahan. Kapal Gamsunoro mengangkut kargo milik pihak ketiga, sementara VLCC Pertamina Pride membawa minyak mentah ringan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel sejak akhir Februari lalu, yang berdampak pada pembatasan lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut.
Dilansir dari Suaracom- Sejauh ini, Iran telah mengizinkan sejumlah kapal dari beberapa negara seperti China, Rusia, India, Pakistan, Irak, dan Malaysia untuk melintas. Berdasarkan data pelacakan MarineTraffic, sekitar 1.900 kapal tercatat sempat tertahan di Selat Hormuz dalam periode 20 hingga 22 Maret.





















































You must be logged in to post a comment Login