Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Kronologi Kasus Bocah Meninggal Diduga Akibat Penganiayaan Nenek di Kediri serta Tindak Lanjutnya

KEDIRI, NortonNews.com – Kasus kematian bocah laki-laki berinisial MAM (4) asal Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, Jawa Timur, akhirnya terungkap.

Korban dilaporkan meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh neneknya sendiri berinisial S (64) pada Rabu (15/4/2026). Diketahui, S selama ini tinggal bersama dan mengasuh korban bersama dua cucu lainnya.

Polres Kediri Kota telah menetapkan S sebagai tersangka setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta mengumpulkan alat bukti yang cukup. Kasatreskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi.

“Penetapan tersangka setelah melewati pemeriksaan 7 orang saksi dan alat bukti yang cukup,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (17/4/2026).

“Berikut sejumlah fakta terkait kasus kematian MAM yang diduga menjadi korban kekerasan anak, berdasarkan berbagai pemberitaan Kompas.com:”

1.Kronologi Kejadian
AKP Elyasarif menjelaskan bahwa peristiwa tersebut berawal ketika S berada di rumah bersama tiga cucunya, termasuk MAM. Saat itu, orang tua korban sedang bekerja di luar rumah.

Dilansir dari Kompas.com – Sekitar pukul 14.00 WIB, S meminta ketiga cucunya untuk makan siang lalu beristirahat. Namun, permintaan tersebut tidak diindahkan oleh para cucu. Hal itu diduga memicu emosi S hingga ia melakukan kekerasan dengan memukul korban menggunakan gagang sapu dan pipa paralon.

Usai mengalami kekerasan tersebut, korban kemudian pergi ke dapur dan merendam dirinya di dalam timba cucian yang berisi air. Ketika ibu korban pulang dari bekerja, MAM sudah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dapur. “Akhirnya kekerasan itu terjadi hingga menyebabkan kematian korban,” ujar Elyasarif.

2. Korban Mengalami Luka Memar
Kematian MAM dinilai tidak wajar karena ditemukan sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuhnya. Karena itu, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kota Kediri untuk dilakukan autopsi.

Dokter Forensik RS Bhayangkara, Aditya Ganuardha, menyampaikan bahwa hasil autopsi menunjukkan adanya perdarahan di dalam rongga perut. Kondisi tersebut diduga berasal dari cedera pada ginjal akibat kekerasan dari luar tubuh korban.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...