Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Heboh! Pria Asal Aceh Jadi Korban Pengeroyokan di Dalam Polda Metro Jaya

Langsa, NortonNews — Insiden mengejutkan terjadi di lingkungan Polda Metro Jaya yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi masyarakat. Seorang pria asal Langsa, Aceh, bernama Faisal, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di dalam gedung kepolisian tersebut pada akhir Maret 2026.

Peristiwa yang disebut terjadi sekitar 28 Maret itu langsung memicu sorotan publik. Pasalnya, aksi kekerasan tersebut berlangsung saat Faisal tengah menjalani proses pemeriksaan di ruang Subdit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), area yang semestinya memiliki pengamanan ketat dan terbatas bagi pihak tertentu saja.

Berdasarkan keterangan yang beredar, sekelompok orang yang diduga preman berhasil masuk ke dalam area gedung tanpa hambatan berarti, lalu melakukan pengeroyokan terhadap korban. Ironisnya, aksi tersebut dikabarkan terjadi di hadapan petugas, namun penanganan dinilai lambat sehingga tidak mampu mencegah kekerasan berlangsung.

Akibat kejadian itu, Faisal mengalami luka cukup serius dan harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Meski beberapa pelaku telah diamankan, insiden ini tetap menimbulkan pertanyaan besar terkait standar keamanan di lingkungan Mapolda Metro Jaya.

Kasus ini juga menuai reaksi keras dari Darwati A. Gani, anggota DPD RI asal Aceh. Ia mengecam keras aksi premanisme yang berani terjadi di dalam institusi penegak hukum.

Menurutnya, kejadian ini menjadi tamparan serius bagi sistem keamanan kepolisian. Ia mempertanyakan jaminan keselamatan masyarakat jika di dalam kantor polisi saja kekerasan bisa terjadi secara terbuka.

Darwati pun mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk mengungkap pihak-pihak yang berada di balik aksi tersebut serta memastikan tidak ada celah dalam sistem keamanan yang bisa dimanfaatkan pihak luar.

Hingga kini, publik terus menunggu penjelasan resmi yang transparan dari pihak berwenang, terutama terkait bagaimana kelompok tersebut bisa dengan mudah mengakses ruang pemeriksaan. Insiden ini dinilai menjadi catatan serius sekaligus ujian bagi profesionalisme dan sistem pengamanan di tubuh kepolisian.

Sorotan pun kini tertuju pada langkah tegas Polri, apakah kejadian ini murni kelalaian individu, atau justru mengindikasikan adanya persoalan sistemik yang lebih besar dalam pengamanan internal institusi.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...