NortonNews.com- Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri di Istana Jakarta, Kamis (19/3/2024), sebagai ajang silaturahmi antara sahabat lama.
Keduanya diketahui pernah berpasangan pada Pilpres 2009, meski saat itu kalah dari pasangan SBY-Boediono.
Adi menyebut pertemuan itu sebagai silaturahmi “plus-plus”, yakni selain ajang temu sahabat lama di bulan puasa, juga dimaknai publik sebagai momen diskusi dan pertukaran pandangan soal situasi global serta kondisi Indonesia saat ini.
Ia juga menduga, kehadiran Megawati di Istana karena sebelumnya tidak sempat mengikuti pertemuan Prabowo dengan para mantan presiden dan wakil presiden sekitar dua pekan lalu.Karena itu, Adi menilai pertemuan tersebut menunjukkan hubungan Prabowo dan Megawati tetap baik.
Dilansir dari Kompas.com- Adi menjelaskan, sebelumnya Megawati tidak dapat memenuhi undangan Prabowo dalam pertemuan dengan para mantan presiden, sehingga pertemuan kali ini merupakan agenda yang sempat tertunda.
Ia menambahkan, momen tersebut sekaligus menegaskan hubungan baik antara Prabowo dan Megawati.
Diketahui, Prabowo kembali bertemu dengan Megawati di Istana Kepresidenan.
Momen tersebut juga dibagikan Prabowo melalui akun Instagram @prabowo hari ini.
Prabowo menyampaikan bahwa pada hari ke-29 Ramadan menjelang Idulfitri 1447 H, ia menerima Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka melalui unggahannya. Ia menegaskan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi.






















































You must be logged in to post a comment Login