Connect with us

Hi, what are you looking for?

International

Serangan Berkelanjutan ke Iran Bikin Persediaan Rudal AS Menyusut

Washington DC,NortonNews.com – Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan mulai mengalami keterbatasan stok sejumlah rudal andalan, seperti rudal Tomahawk dan rudal pencegat SM-3, di tengah operasi serangan gabungan AS bersama Israel terhadap Iran yang masih berlangsung.

Informasi tersebut, seperti diberitakan Anadolu Agency pada Rabu (4/3/2026), mengutip laporan media terkemuka AS, CNN, berdasarkan keterangan seorang pejabat tinggi AS yang identitasnya tidak diungkapkan.

Pejabat itu menyebutkan bahwa Washington memperkirakan akan terjadi “lonjakan signifikan” dalam intensitas serangan dalam 24 jam ke depan. Namun di saat bersamaan, persediaan rudal serang maupun rudal pencegat yang dimiliki AS dilaporkan kian berkurang.

Pejabat senior AS menyatakan bahwa serangan-serangan pertama dinilai telah menurunkan kemampuan pertahanan Iran.

Ini mengacu pada penilaian awal bahwa gelombang serangan awal oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel berhasil melemahkan sistem pertahanan Iran sebelum operasi dilanjutkan.

Pejabat senior AS itu menyebut tahap berikutnya dari operasi militer diperkirakan akan diarahkan pada penghancuran fasilitas produksi rudal, armada kendaraan udara tanpa awak (drone), serta kekuatan Angkatan Laut Iran.

Sementara itu, Pentagon atau Departemen Pertahanan AS juga dilaporkan mengalami keterbatasan stok rudal Patriot, yang menjadi komponen utama dalam sistem pertahanan udara untuk mencegat serangan dari udara. Kondisi ini disebut-sebut terjadi karena sebagian besar rudal pencegat tersebut telah digunakan untuk mendukung pertahanan udara Ukraina selama empat tahun konflik melawan Rusia.

     

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Pentagon maupun Gedung Putih terkait laporan tersebut. Informasi serupa juga diberitakan oleh Middle East Monitor serta media Turki, TRT World.

Dilansir dari Detikcom- AS dan Israel diketahui melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran sejak akhir pekan lalu. Dalam beberapa hari terakhir, kedua negara sekutu itu menggempur berbagai target strategis di sejumlah wilayah Iran, termasuk instalasi rudal, kekuatan angkatan laut, hingga pusat komando dan kendali militer.

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang membawahi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, melaporkan bahwa lebih dari 1.700 target di Iran telah diserang dalam 72 jam pertama Operasi Epic Fury yang dimulai pada Sabtu (28/2) waktu setempat.

CENTCOM juga menyatakan bahwa markas besar Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berhasil dihancurkan pada gelombang serangan awal. Selain itu, seluruh 11 kapal militer Iran yang berada di Teluk Oman dilaporkan telah dilumpuhkan.

Pejabat tersebut menjelaskan bahwa pada tahap berikutnya, operasi militer akan difokuskan pada penghancuran fasilitas produksi rudal, armada kendaraan udara tanpa awak (drone), serta kekuatan Angkatan Laut Iran.

Di sisi lain, Pentagon atau Departemen Pertahanan AS juga dilaporkan mengalami keterbatasan stok rudal Patriot, yang selama ini menjadi andalan dalam sistem pertahanan udara untuk menghadang serangan dari udara. Kondisi itu disebut terjadi karena sebagian besar rudal pencegat tersebut telah digunakan untuk menopang pertahanan udara Ukraina selama empat tahun konflik melawan Rusia.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Pentagon maupun Gedung Putih terkait laporan tersebut. Kabar serupa juga diberitakan oleh Middle East Monitor dan media Turki, TRT World.

Sejak akhir pekan lalu, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terkoordinasi ke Iran. Dalam beberapa hari terakhir, kedua negara sekutu itu menggempur berbagai sasaran di sejumlah wilayah, mulai dari instalasi rudal, kekuatan angkatan laut, hingga pusat komando dan kendali militer Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, menyatakan bahwa lebih dari 1.700 target telah diserang dalam 72 jam pertama Operasi Epic Fury yang dimulai pada Sabtu (28/2) waktu setempat.

CENTCOM juga mengklaim bahwa markas besar Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berhasil dihancurkan dalam gelombang serangan awal. Selain itu, seluruh 11 kapal militer Iran yang berada di Teluk Oman dilaporkan telah dilumpuhkan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...