Moskow, Norton News – Menteri Luar Negeri José Manuel Albares pada hari Rabu menyampaikan pernyataan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada negara-negara sekutunya sebelum memulai operasi militer terhadap Iran. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan tanpa adanya koordinasi atau komunikasi awal dengan para mitra internasional Washington.
Dalam wawancara yang disiarkan oleh radio nasional RTVE, Albares menjelaskan bahwa tidak satu pun negara sekutu yang diinformasikan sebelumnya mengenai rencana serangan tersebut. Ia juga menambahkan bahwa tidak terdapat upaya dari pihak Amerika Serikat untuk membawa persoalan itu ke forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelum tindakan militer dilancarkan.
Dilansir Dari Antara News – Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel dilaporkan melakukan serangkaian serangan terhadap sejumlah sasaran strategis di wilayah Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut disebut-sebut menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas serta menimbulkan korban di kalangan warga sipil.
Media televisi pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi bahwa dalam serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan gugur. Kabar ini memicu ketegangan yang semakin meningkat di kawasan Timur Tengah.
Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran meluncurkan serangan balasan berupa rudal yang diarahkan ke wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah. Situasi ini semakin memperburuk hubungan antarnegara yang terlibat dan meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut.






















































You must be logged in to post a comment Login