Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Total Utang Pinjol Masyarakat RI Capai Rp105 Triliun, OJK Soroti Ancaman Kredit Macet

Jakarta ,NortonNews – Jumlah utang masyarakat Indonesia melalui layanan pinjaman daring (pinjol) terus meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total pembiayaan pinjaman daring yang masih berjalan atau outstanding mencapai Rp105,63 triliun hingga Juli 2026.

Nilai tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 24,76 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Agustus yang berlangsung secara daring, Senin (7/9/2026).

“Pada industri pinjaman daring atau pindar, outstanding pembiayaan pada Juli 2026 tumbuh 24,76 persen secara tahunan dengan nilai Rp105,63 triliun,” ujar Agusman.

Nilai Pembiayaan Pinjol Terus Bertambah

Kenaikan outstanding pembiayaan menunjukkan aktivitas pinjaman daring masih mengalami pertumbuhan yang cukup besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Pinjaman daring atau pindar merupakan layanan teknologi finansial (fintech) berbasis peer-to-peer (P2P) lending yang menghubungkan pihak pemberi pinjaman dengan masyarakat yang membutuhkan dana melalui platform digital.

Meski menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi masyarakat, peningkatan jumlah pinjaman juga membawa tantangan berupa meningkatnya risiko kredit bermasalah.

Risiko Kredit Macet Mengalami Kenaikan

OJK mencatat tingkat risiko kredit macet agregat atau TWP90 industri pinjaman daring berada di angka 4,32 persen pada Juli 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 4,26 persen.

TWP90 merupakan indikator yang mengukur tingkat keterlambatan pembayaran pinjaman lebih dari 90 hari. Indikator ini menjadi salah satu ukuran untuk melihat tingkat kesehatan dan risiko dalam industri pinjaman daring.

OJK menilai pertumbuhan pembiayaan perlu diikuti dengan pengelolaan risiko yang lebih baik agar peningkatan jumlah pinjaman tidak berdampak pada lonjakan kredit bermasalah.

Pembiayaan Pergadaian Juga Tumbuh Pesat

Selain sektor pinjaman daring, industri pergadaian juga mencatat pertumbuhan positif. Hingga Juli 2026, pembiayaan pergadaian meningkat 50,73 persen secara tahunan dengan nilai mencapai Rp160,78 triliun.

Produk gadai menjadi penyumbang terbesar dengan total pembiayaan Rp136,39 triliun atau sekitar 84,83 persen dari keseluruhan pembiayaan pergadaian.

OJK juga menyetujui perluasan wilayah usaha nasional bagi dua perusahaan pergadaian, yakni PT Pusat Gadai Indonesia dan PT Raja Gadai Indonesia. Dengan tambahan tersebut, kini terdapat lima perusahaan pergadaian yang memiliki cakupan usaha nasional.

Di tengah meningkatnya penggunaan layanan pembiayaan, masyarakat diimbau tetap memperhatikan kemampuan finansial sebelum mengambil pinjaman baru. Hal ini penting mengingat nilai pinjaman daring yang terus meningkat dan risiko kredit macet yang turut mengalami kenaikan

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...