Penyidik Polda Metro Jaya dijadwalkan memeriksa tiga ahli yang memberikan keterangan meringankan bagi Roy Suryo dan rekan-rekannya dalam perkara dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Pemeriksaan terhadap ketiga ahli tersebut akan dilakukan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kuasa hukum Roy Suryo dan rekan-rekannya, Jahmada Girsang, membenarkan bahwa tiga ahli yang diajukan untuk meringankan kliennya menyatakan kesediaan hadir dalam pemeriksaan.
“Benar, besok (hari ini, red) sekitar pukul 10.00 WIB akan ada pemeriksaan terhadap tiga ahli,” ujarnya.
Adapun ketiga ahli tersebut meliputi:
Prof. Dr. Ir. Tono Saksono M.Sc, Ph.D merupakan ahli di bidang fotogrametri dan pengolahan citra digital (digital image processing).
Ia dikenal kerap memberikan kajian teknis terkait analisis keaslian dokumen maupun foto digital, khususnya dalam proses autentikasi berbasis citra.
Tono Saksono diketahui pernah menjabat sebagai pimpinan Islamic Science Research Network (ISRN) UHAMKA dan melakukan riset yang menyimpulkan bahwa jadwal azan Subuh di Indonesia saat ini diperkirakan sekitar 30 menit lebih awal dibandingkan dengan waktu terbit fajar yang sesungguhnya.
Dilansir Dari Tribunnews.com– Ia merupakan lulusan Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 1979, kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Ohio State University untuk jenjang magister (S2) serta meraih gelar doktor (S3) di University of London.
Selanjutnya, Prof. Henry Subiakto yang dikenal sebagai ahli ilmu komunikasi dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).Henry dikenal sebagai pakar komunikasi politik dan hukum media yang saat ini menjabat sebagai Guru Besar Ilmu Komunikasi di Universitas Airlangga (Unair).
Ia juga memiliki rekam jejak sebagai mantan birokrat dan kerap menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan digital nasional.
Prof. Henry pernah mengemban tugas sebagai Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) pada periode 2007–2022, di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo.
Berikutnya, Prof. dr. Zaenal Muttaqin, Ph.D, yang merupakan ahli bedah saraf di bidang neuroscience.















































You must be logged in to post a comment Login