Palembang, NortonNews.com – Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, diproyeksikan menjadi salah satu wilayah strategis yang menopang pengembangan industri bioetanol nasional. Potensi tersebut didukung ketersediaan komoditas pertanian seperti tebu, jagung, dan ubi kayu yang cukup melimpah.
Pelaksana Tugas Bupati Muara Enim, Sumarni, dalam keterangan tertulis yang diterima di Palembang, Minggu, mengatakan pemerintah pusat menilai peran pemerintah daerah sangat penting, khususnya dalam menjamin ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan, seperti tebu, singkong, dan jagung. Selain itu, pemerintah daerah juga berperan dalam mendukung investasi serta menyiapkan regulasi di tingkat lokal.
Menurut dia, Muara Enim memiliki potensi sektor pertanian yang cukup besar untuk mendukung terbentuknya rantai pasok industri bioetanol.
Data sektor pertanian daerah menunjukkan produksi sejumlah komoditas di Muara Enim cukup signifikan. Komoditas jagung tercatat memiliki luas lahan 53 hektare dengan realisasi produksi mencapai 2.828 ton. Sementara itu, ubi kayu dikembangkan pada lahan seluas 351 hektare dengan realisasi produksi sekitar 11.953 ton per tahun.
Pengembangan komoditas tebu juga mulai dilakukan, salah satunya melalui lahan panen seluas 5 hektare di Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, yang diperkirakan mampu menghasilkan hingga 500 ton.
Untuk mendukung pengembangan industri tersebut, Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyiapkan tiga strategi utama, yaitu pemetaan dan penyediaan lahan, peningkatan kapasitas petani, serta percepatan proses perizinan investasi.
Pemkab Muara Enim akan melakukan identifikasi dan mengalokasikan lahan potensial, termasuk lahan kritis yang belum produktif, melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Lahan tersebut nantinya dapat dioptimalkan untuk pengembangan tanaman yang menjadi bahan baku industri bioetanol.
Dilansir dari ANTARA NEWS.COM – Upaya pengembangan juga diarahkan pada peningkatan kesejahteraan dan produktivitas petani lokal. Langkah yang disiapkan meliputi pelatihan teknis budidaya, penyaluran bantuan bibit unggul, hingga penyediaan pupuk berkualitas.
“Melalui intervensi di sektor hulu ini, kualitas hasil panen petani diharapkan dapat memenuhi standar industri bioetanol secara konsisten dan berkelanjutan,” harapnya.
Pada sektor hilir, Sumarni menegaskan Pemkab Muara Enim berkomitmen memberikan kemudahan sekaligus mempercepat proses perizinan usaha bagi investor yang berminat membangun fasilitas pengolahan bioetanol di wilayah tersebut.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, Muara Enim optimistis dapat berkembang menjadi salah satu lumbung energi terbarukan yang memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan nasional,” ujarnya.















































You must be logged in to post a comment Login