
Ilustrasi Mikroplastik.
Jakarta, Norton News – Dilansir dari CNBC Indonesia, temuan penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik telah ditemukan di berbagai bagian tubuh manusia, termasuk otak, air mani, ASI, hati, plasenta bayi, dan sumsum tulang. Partikel plastik berukuran kecil ini, umumnya di bawah 10 mikrometer, dapat masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, dan udara.
Makanan yang Mengandung Mikroplastik
1. Protein Hewani dan Nabati
Sebuah studi dalam Environmental Research meneliti lebih dari 12 jenis protein yang umum dikonsumsi, seperti daging sapi, ayam, babi, makanan laut, serta alternatif daging nabati. Hasilnya, hampir 90% sampel protein tersebut mengandung mikroplastik.
- Udang berbalut tepung roti memiliki kandungan mikroplastik tertinggi, dengan lebih dari 300 partikel per sajian.
- Nugget nabati menempati urutan kedua dengan hampir 100 partikel per sajian.
- Protein yang lebih sedikit terkontaminasi mencakup dada ayam, daging babi panggang, dan tahu.
2. Buah dan Sayuran
Penelitian dalam Environmental Science menemukan adanya partikel mikroplastik dalam berbagai buah dan sayuran, dengan jumlah berkisar antara 52.050 hingga 233.000 partikel plastik per gram.
- Apel dan wortel merupakan buah dan sayur yang paling banyak terkontaminasi, masing-masing mengandung lebih dari 100.000 mikroplastik per gram.
- Selada memiliki potongan plastik terbesar tetapi merupakan yang paling sedikit terkontaminasi.
- Partikel plastik terkecil ditemukan dalam wortel.
3. Makanan dan Minuman Lainnya
Selain protein dan sayuran, mikroplastik juga ditemukan dalam beberapa makanan sehari-hari, seperti:
- Teh celup
- Garam Himalaya
- Gula
- Nasi instan
- Air minum kemasan
Penelitian ini menunjukkan bahwa mikroplastik sudah menjadi bagian dari rantai makanan manusia, menimbulkan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap kesehatan dalam jangka panjang.






















































You must be logged in to post a comment Login