Jakarta, Norton News – Rapat Paripurna ke-15 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang menandai pembukaan Masa Sidang IV Tahun Sidang 2025–2026 diwarnai dengan rendahnya tingkat kehadiran anggota dewan. Dari total 579 anggota DPR, tercatat sebanyak 286 anggota tidak hadir dalam rapat yang digelar pada Selasa (10/3).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPR Puan Maharani, yang membuka masa sidang baru setelah para anggota dewan menjalani masa reses selama sekitar satu bulan. Masa reses tersebut berlangsung sejak pertengahan Februari, sebelum dimulainya bulan Ramadan.
Dalam pembukaan rapat, Puan menyampaikan data kehadiran anggota berdasarkan catatan dari Sekretariat Jenderal DPR. Ia menjelaskan bahwa hingga awal pelaksanaan rapat, daftar hadir telah ditandatangani oleh 273 anggota DPR. Selain itu, terdapat 20 anggota yang mengajukan izin tidak dapat hadir.
“Menurut catatan dari Sekretariat Jenderal DPR RI, daftar hadir pada permulaan Rapat Paripurna DPR RI hari ini telah ditandatangani oleh 273 orang anggota, sementara 20 orang anggota mengajukan izin. Dengan demikian jumlah anggota yang hadir sebanyak 293 orang dari total 579 anggota DPR,” ujar Puan saat membuka rapat paripurna.
Dengan jumlah tersebut, hampir setengah dari total anggota DPR tidak hadir dalam rapat pembukaan masa sidang tersebut.
Rapat paripurna kali ini sendiri tidak memiliki agenda pembahasan legislasi maupun pengambilan keputusan penting. Agenda utama rapat hanya berupa pidato pembukaan masa sidang yang disampaikan oleh Ketua DPR.
Dalam pidatonya, Puan menyoroti sejumlah isu global yang tengah berkembang, khususnya konflik geopolitik di kawasan Asia Barat. Ia menyinggung ketegangan yang meningkat akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Puan juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan meninggal dunia setelah serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.
“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPR RI, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Yang Mulia Ayatullah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran,” kata Puan dalam pidatonya.
Dilansir Dari CNN Indonesia – Ia menegaskan bahwa sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip kedaulatan dan perdamaian antarnegara, Indonesia menyampaikan simpati kepada masyarakat Iran yang tengah menghadapi situasi sulit akibat konflik tersebut.
Lebih lanjut, DPR RI juga menyatakan dukungan terhadap berbagai upaya diplomasi yang bertujuan meredakan ketegangan di kawasan tersebut. Menurut Puan, pendekatan diplomatik baik melalui jalur bilateral, regional, maupun multilateral sangat diperlukan guna mencegah konflik meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap stabilitas global.
“DPR RI mendukung setiap upaya diplomasi yang dilakukan oleh berbagai pihak agar seluruh negara yang terlibat dapat menahan diri serta menghindari eskalasi konflik yang lebih luas,” ujarnya.
Rapat paripurna tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas legislatif DPR setelah masa reses, di mana para anggota dewan sebelumnya menjalankan kegiatan di daerah pemilihan masing-masing untuk menyerap aspirasi masyarakat.






















































You must be logged in to post a comment Login