NortonNews.com – Kelalaian dalam penggunaan senjata api ilegal kembali menimbulkan tragedi berdarah yang merenggut nyawa seorang mahasiswa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Seorang mahasiswa tingkat akhir yang tengah menanti kelulusan harus kehilangan nyawanya setelah tertembak peluru dari senapan angin milik temannya sendiri.
Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan dan regulasi kepemilikan senjata angin di lingkungan masyarakat, yang kerap diabaikan hingga berujung fatal.
Pihak kepolisian bergerak cepat dengan mengamankan pelaku serta barang bukti untuk mencegah meluasnya potensi konflik.
Korban diketahui bernama Mario Marselina Kura (24), mahasiswa semester akhir Universitas Stella Maris, Sumba Barat Daya, NTT.
Dilansir dari Lambeturah.co.id – Ia meninggal dunia satu hari sebelum dijadwalkan menjalani sidang skripsi di kampusnya.
Peristiwa tragis itu terjadi di sebuah toko kelontong milik keluarga korban di Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka, sekitar pukul 16.00 WITA pada Jumat (22/5).
Selain dikenal sebagai mahasiswa, korban juga aktif dalam organisasi Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID) di Sumba Barat Daya.





















































You must be logged in to post a comment Login