Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Krisis Sampah di Banten, Pemerintah Kebut Dua Proyek PSEL

Serang, NortonNews — Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (LH) mempercepat persiapan pembangunan dua fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Provinsi Banten. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mengantisipasi potensi kelebihan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang diperkirakan terjadi secara nasional pada 2028.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa proyek PSEL akan dibangun di TPA Cilowong, Kota Serang, serta di Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Kedua fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengolah sekitar 4.000 ton sampah setiap hari.

Ia menjelaskan, Banten menjadi prioritas karena kondisi pengelolaan sampah di wilayah penyangga ibu kota yang dinilai cukup mendesak. Proses pembangunan fisik diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun hingga dapat beroperasi penuh, merujuk pada proyek serupa di Palembang yang kini telah mencapai progres 75 persen.

Sambil menunggu pembangunan infrastruktur, Hanif menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Pemerintah daerah diimbau untuk kembali menggalakkan kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemilahan sampah tidak hanya mengurangi beban TPA yang rata-rata sudah berusia lebih dari 17 tahun, tetapi juga meningkatkan efisiensi teknologi waste to energy. Sampah yang telah terpilah memiliki nilai kalor lebih tinggi, sehingga proses pembangkitan listrik menjadi lebih optimal dan biaya operasional dapat ditekan.

Hanif juga mengungkapkan bahwa kedua proyek PSEL tersebut membutuhkan investasi besar, dengan nilai mencapai lebih dari Rp1 triliun. Karena itu, pemerintah menegaskan pentingnya memastikan proyek berjalan berkelanjutan dan tidak terhenti di tengah jalan.

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menilai program PSEL bukan hanya sebagai solusi pengelolaan sampah, tetapi juga memiliki dampak strategis terhadap sektor energi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mengatasi persoalan sampah. Selama proses pembangunan berlangsung, pemerintah akan terus meningkatkan edukasi terkait pemilahan sampah guna menekan volume sampah secara signifikan. Menurutnya, masalah sampah merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...