Jakarta.NortonNews – Sebuah kios penjual bensin eceran atau pertamini yang berada di kawasan Jalan Kumala, Makassar, menjadi sorotan setelah diduga menjual bahan bakar dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga normal. Kios tersebut disebut mematok harga Rp50.000 hanya untuk 2 liter bensin pada waktu subuh.
Informasi ini mencuat setelah beredar video yang menunjukkan keluhan sejumlah pengendara terkait tingginya harga bahan bakar yang dijual di lokasi tersebut. Banyak pengendara yang merasa keberatan karena harus membayar harga yang berkali-kali lipat dibandingkan harga resmi yang ditetapkan pemerintah.
Diduga, praktik penjualan dengan harga tinggi tersebut memanfaatkan kondisi para pengendara yang kehabisan bahan bakar pada dini hari dan kesulitan menemukan SPBU yang beroperasi atau mudah dijangkau. Dalam situasi mendesak, sebagian pengendara mengaku tidak memiliki pilihan lain selain membeli bensin dengan harga yang ditawarkan agar dapat melanjutkan perjalanan.
Unggahan video yang beredar di media sosial pun menarik perhatian publik dan memunculkan berbagai tanggapan dari warganet. Banyak yang menilai tindakan tersebut merugikan konsumen karena dianggap mengambil keuntungan berlebihan dari kondisi darurat yang dialami pengendara.
Hingga informasi ini beredar luas, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan praktik penjualan bensin dengan harga tinggi tersebut. Namun, kasus ini telah menjadi perhatian masyarakat dan memicu perbincangan mengenai perlunya pengawasan terhadap penjualan bahan bakar eceran.






















































You must be logged in to post a comment Login