Jakarta,Norton News- Puluhan sopir angkutan sampah di Kota Bengkulu melakukan aksi protes dengan menumpahkan sampah berbau busuk di kantor Wali Kota dan DPRD pada Selasa (27/1/2026).Aksi ini merupakan ungkapan kekecewaan terhadap pemerintah yang tak kunjung memperbaiki jalan menuju Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Air Sebakul. Sekitar pukul 13.30 WIB, puluhan mobil pengangkut sampah tiba di lokasi dan langsung menurunkan muatan tanpa orasi.
Akibat aksi ini, halaman kantor pemerintahan dipenuhi sampah dan menimbulkan bau tidak sedap. Ketua pengemudi sampah TPA Air Sebakul, Dedi, menyatakan bahwa aksi ini terpaksa dilakukan karena kondisi jalan menuju TPA masih rusak.
Dedi menjelaskan bahwa meski sudah mengadakan beberapa pertemuan dan menyampaikan kritik kepada pemerintah serta DPRD, perbaikan jalan masih belum terlaksana. “Kami sudah dua kali melakukan demo, tapi hanya mendapatkan janji tanpa tindakan nyata,” kata Dedi.
Dilansir Dari Kompas- Ia menekankan perlunya perbaikan jalan agar pengemudi bisa menurunkan sampah dengan lancar. Dedi juga menyebut bahwa kerusakan jalan menyulitkan para pengemudi, terutama saat hujan deras.“Saat hujan, jalan berubah menjadi lumpur dan mobil bisa tersangkut,” ujarnya.
Selain itu, para pengemudi menyayangkan bahwa alat berat di TPA tidak berfungsi karena kekurangan bahan bakar. Dedi menyebut keluhan ini sering muncul akibat lambannya respons pemerintah dan berharap agar perbaikan jalan segera ditindaklanjuti. Sebelumnya, pada November 2025, antrean truk sampah di TPA Air Sebakul mencapai 2 kilometer karena kondisi jalan yang buruk.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menanggapi aksi itu melalui akun media sosial resmi Pemkot. Ia menyebut pemerintah telah menganggarkan perbaikan dan perluasan TPA Air Sebakul, namun prosesnya tertunda karena keterbatasan waktu pada tahun sebelumnya. Dedy menilai protes dengan membuang sampah di kantor pemerintah kurang tepat dan mengajak semua pihak bekerja sama demi kemajuan Kota Bengkulu.





















































You must be logged in to post a comment Login