Connect with us

Hi, what are you looking for?

Terbaru

Junior Tembak Senior di Pondok Cabe, Kompolnas Soroti Pengawasan Senjata Api

Tangerang Selatan, NORTON NEWS — Kasus penembakan yang melibatkan dua anggota Polri di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, mendorong Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk menyoroti pengawasan penggunaan senjata api di lingkungan kepolisian. Evaluasi dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan senjata sekaligus meninjau budaya kekerasan dalam hubungan senior dan junior.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (16/10/2026) di markas Direktorat Polisi Udara Korps Kepolisian Perairan dan Udara Baharkam Polri. Seorang anggota bernama Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai meninggal dunia, sementara rekan sesama anggota yang lebih junior, Bharada Andika Rahmadani, telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Kompolnas Minta Pengawasan Senjata Api Diperketat

Komisioner Kompolnas Choirul Anam menilai terdapat sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam kasus ini, mulai dari pola hubungan senior-junior hingga pengawasan terhadap penggunaan senjata api. Menurutnya, aturan penyimpanan, peminjaman, dan penggunaan senjata harus diawasi secara ketat.

Ia juga menegaskan bahwa relasi senior-junior tidak boleh menjadi alasan untuk membenarkan kekerasan. Apabila penyidikan menemukan adanya tindak pidana, perkara harus diproses melalui jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Polisi Masih Mendalami Motif Penembakan

Polda Metro Jaya menyatakan penyidik masih mendalami motif penembakan tersebut. Kepolisian juga memeriksa barang bukti, termasuk selongsong peluru dan senjata tajam, serta menelusuri asal-usul senjata api yang diduga digunakan dalam kejadian.

Dugaan bahwa peristiwa itu berkaitan dengan persoalan perundungan turut muncul dalam pemberitaan. Namun, motif tersebut belum dapat dipastikan karena penyidik masih melakukan pendalaman. Kepolisian menyatakan pemeriksaan kondisi psikologis tersangka membutuhkan proses dan penilaian ahli.

Evaluasi Internal Polri Jadi Perhatian

Dilansir dari Kumparan – Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan personel yang mendapat akses terhadap senjata api. Pengawasan tidak hanya menyangkut kelengkapan administrasi dan kemampuan menggunakan senjata, tetapi juga kepatuhan terhadap prosedur serta kelayakan personel dalam menjalankan tugas.

Sejumlah pihak juga mendorong evaluasi terhadap pemeriksaan psikologis dan kesiapan mental anggota yang memegang senjata api. Langkah tersebut dinilai perlu menjadi bagian dari upaya pencegahan, tanpa mengesampingkan proses hukum untuk mengungkap fakta dan pertanggungjawaban dalam perkara ini.

Penyidikan kasus penembakan di Pondok Cabe masih berlangsung. Publik menantikan penjelasan resmi mengenai motif, asal-usul senjata yang digunakan, serta hasil pemeriksaan yang dapat memberikan gambaran utuh mengenai kejadian tersebut.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...