Norton News – Harga cabai merah dan cabai rawit mengalami kenaikan di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS), harga cabai rawit bahkan mencapai Rp200.000 per kilogram (kg), sedangkan cabai merah tercatat hingga Rp193.333 per kg.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa harga rata-rata nasional cabai merah pada minggu kedua Oktober 2026 mencapai Rp67.313 per kg. Angka tersebut meningkat 17,3 persen dibandingkan harga pada September 2026 dan telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP).
“Secara nasional harga cabai merah berada di Rp 67.313 per kilo yang sudah di atas HAP, dan saat ini seperti saya sampaikan, 314 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga cabai merah,” ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa tekanan harga cabai masih terjadi di berbagai daerah. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah karena cabai merupakan salah satu komoditas pangan yang turut memengaruhi inflasi.
Harga Cabai di Sejumlah Daerah Tembus Rp200 Ribu
Berdasarkan data yang dipaparkan BPS, harga cabai merah tertinggi tercatat di Kabupaten Halmahera Timur sebesar Rp193.333 per kg. Sementara itu, harga cabai rawit tertinggi ditemukan di Kabupaten Nduga yang mencapai Rp200.000 per kg.
Kabupaten Halmahera Timur juga mencatat harga cabai rawit sebesar Rp193.333 per kg. Perbedaan harga yang cukup besar antardaerah menunjukkan adanya tantangan dalam menjaga kestabilan harga komoditas pangan di Indonesia.
Secara nasional, harga rata-rata cabai rawit mencapai Rp88.138 per kg. Nilai tersebut meningkat 11,85 persen dibandingkan September 2026.
BPS juga mencatat sebanyak 268 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga cabai rawit. Harga terendah komoditas tersebut berada di angka Rp28.500 per kg.
Di sejumlah wilayah lain, harga cabai rawit juga berada pada tingkat tinggi. Kabupaten Teluk Bintuni mencatat harga Rp156.000 per kg, sedangkan Banjarbaru mencapai sekitar Rp135.000 per kg dan Kabupaten Buru sebesar Rp120.000 per kg.
Kenaikan Harga Cabai Berkontribusi terhadap Inflasi
Lonjakan harga cabai turut memengaruhi perkembangan inflasi nasional. BPS mencatat inflasi bulanan cabai rawit pada September 2026 mencapai 24,93 persen, meningkat dari 6,47 persen pada Agustus 2026.
Komoditas tersebut memberikan andil sebesar 0,08 poin persentase terhadap inflasi nasional pada September.
Sementara itu, cabai merah mengalami inflasi bulanan sebesar 16,77 persen pada periode yang sama. Kenaikan harga kedua jenis cabai tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong tekanan inflasi pada kelompok pangan bergejolak.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga komoditas pangan dapat memberikan dampak terhadap pengeluaran rumah tangga. Ketika harga cabai meningkat, masyarakat perlu mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kemarau Panjang Memengaruhi Pasokan Cabai
Dilansir dari detikNews – BPS juga menyoroti lonjakan harga cabai rawit di Sulawesi Utara yang mengalami inflasi bulanan hingga 117 persen.
Kenaikan tersebut dipengaruhi penurunan pasokan cabai dari Gorontalo akibat kemarau panjang. Sementara itu, produksi cabai lokal di Sulawesi Utara belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.
Berkurangnya pasokan di tengah kebutuhan yang tetap tinggi dapat memberikan tekanan terhadap harga di tingkat konsumen. Karena itu, kondisi produksi dan distribusi menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan dalam upaya menjaga kestabilan harga pangan.
Amalia mengingatkan pemerintah agar memberikan perhatian terhadap kenaikan harga cabai yang masih berlangsung di berbagai daerah.
“Harganya levelnya tinggi, sudah mahal Pak, tapi masih mengalami peningkatan harga IPH. Jadi ini perlu kita waspadai,” tutupnya.
Pemerintah diharapkan terus memantau perkembangan harga dan pasokan cabai di berbagai wilayah. Upaya pengendalian inflasi daerah diperlukan agar kenaikan harga pangan tidak semakin membebani masyarakat.











































You must be logged in to post a comment Login