Connect with us

Hi, what are you looking for?

Entertainment

diduga kebakaran hutan yang terjadi kalteng

Karhutla Lahan Gambut Kalteng Kembali Membara, diduga kebakaran hutan yang terjadi kalimantan tengah

Norton News – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di Kalimantan Tengah. Kobaran api melanda kawasan lahan gambut di sekitar Jembatan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, pada Minggu malam, 30 Agustus 2026. Peristiwa ini memunculkan dugaan adanya pembakaran sengaja, terutama setelah kebakaran di kawasan tersebut dilaporkan berulang sejak awal Juli 2026.

Kebakaran itu menjadi perhatian karena lokasi terdampak berada di kawasan gambut yang rentan terbakar. Api yang menjalar di lahan gambut juga sulit dipadamkan sepenuhnya karena bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah, meskipun kobaran api di atasnya sudah berhasil dikendalikan.

 

Kronologi Kebakaran

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kemunculan api di sekitar Jembatan Tumbang Nusa telah terlihat sejak Sabtu sore, 29 Agustus 2026. Kebakaran kemudian membesar hingga Minggu malam, 30 Agustus 2026. Tiupan angin turut memengaruhi pergerakan api ke arah kawasan jembatan yang menghubungkan Palangka Raya dan Banjarmasin.

Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali menyala. Kapolres Pulang Pisau, Iqbal Sengaji, menyampaikan bahwa api berhasil dikendalikan dan berada sekitar 250 meter dari kawasan jembatan, dengan arah pergerakan menuju Sungai Kahayan.

Upaya penanganan melibatkan personel TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pihak terkait lainnya. Setelah pemadaman, proses pembasahan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api dari dalam lapisan gambut.

Luas Area Terdampak Karhutla

Berdasarkan laporan BBC News Indonesia, luas lahan yang terbakar pada kejadian terbaru di sekitar Jembatan Tumbang Nusa belum dapat dipastikan hingga Senin sore, 31 Agustus 2026. Pengukuran teknis masih diperlukan oleh instansi terkait.

 

Sementara itu, data BPBD Kalimantan Tengah per 30 Agustus 2026 mencatat secara kumulatif terdapat 2.222 kejadian karhutla dengan luas area terbakar mencapai 6.358,71 hektare di seluruh wilayah provinsi tersebut.

Angka tersebut merupakan akumulasi karhutla di Kalimantan Tengah, bukan luas kebakaran khusus di sekitar Jembatan Tumbang Nusa.

 

Dugaan Pembakaran Sengaja Masih Perlu Dibuktikan

Dilansir dari BBC News Indonesia, Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Tengah, Janang Firman Palanungkai, mencurigai kebakaran berulang di kawasan gambut tersebut berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan. Menurutnya, kawasan gambut yang terbakar berada di lokasi yang dinilai rentan mengalami kerusakan akibat perubahan tata kelola lahan dan sistem kanal.

Walhi juga menyoroti dugaan kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah yang berada di sekitar konsesi perkebunan. Namun, dugaan tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa kebakaran terbaru dilakukan secara sengaja oleh pihak tertentu.

 

Dalam perkembangan penanganan kasus karhutla di Tumbang Nusa pada akhir Juli 2026, kepolisian menyelidiki kebakaran yang dilaporkan menghanguskan sekitar 4,74 hektare lahan. Menurut laporan yang sama, delapan orang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Penetapan tersangka itu perlu dibedakan dari pembuktian pihak yang diduga menjadi pemodal atau pemberi perintah pembakaran.

Di tingkat nasional, Kementerian Kehutanan juga menjatuhkan sanksi administratif kepada sejumlah perusahaan pemegang perizinan pemanfaatan hutan yang arealnya terdampak kebakaran. Sanksi tersebut mewajibkan perusahaan melakukan perbaikan dan pemulihan serta memenuhi kewajiban pencegahan kebakaran. Apabila ditemukan unsur pidana, penanganan dapat dilanjutkan melalui proses hukum.

Penanganan dan Pencegahan

Karakteristik lahan gambut membuat penanganan karhutla membutuhkan upaya lebih dari sekadar memadamkan api yang terlihat di permukaan. Pembasahan lahan, pemantauan titik rawan, penyediaan sumber air, serta pencegahan pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran berulang.

in the article : #NortonNews #Karhutla #KalimantanTengah #PulangPisau #TumbangNusa #LahanGambut #KebakaranHutan #LingkunganHidup #KabutAsap #BeritaTerkini

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...