Jakarta ,NortonNews -Polisi masih menyelidiki dugaan adanya zat beracun dalam kasus kematian H (60), warga Desa Jampang, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. H sebelumnya diduga tewas akibat tindakan anak kandungnya, F (24).
Kapolsek Gunung Sindur AKP Ucup Supriyatna mengatakan, dugaan korban diracun masih didalami oleh penyidik. Polisi telah mengambil sejumlah organ dalam tubuh korban untuk menjalani pemeriksaan di Laboratorium Forensik Polri, Sentul.
“Masih kita kembangkan dugaan korban diracun. Dari hasil ekshumasi, ada organ bagian dalam tubuh korban yang masih dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Forensik Polri di Sentul,” ujar Ucup, Minggu (27/9/2026).
Organ yang diambil untuk pemeriksaan di antaranya hati dan usus. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan zat beracun yang berkaitan dengan penyebab kematian korban.
Ucup menyebut hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru keluar dalam dua hingga tiga minggu. Meski demikian, pihaknya terus mendorong agar pemeriksaan dapat dilakukan lebih cepat untuk membantu proses penyidikan.
“Informasinya dari Laboratorium Forensik Sentul, menunggu antara dua minggu sampai tiga minggu untuk hasilnya. Kami juga mendorong supaya prosesnya dipercepat,” katanya.
Kasus tersebut bermula ketika H meninggal dunia pada 26 Agustus 2026. Tiga hari setelah pemakaman, tepatnya 29 Agustus 2026, pihak keluarga melaporkan kematian korban kepada polisi karena menemukan sejumlah kejanggalan.
Polisi kemudian melakukan ekshumasi terhadap jenazah H pada 20 September 2026. Dari pemeriksaan awal, ditemukan adanya luka pada bagian kepala korban.
Temuan itu membuat penyidik menduga kematian H tidak berlangsung secara wajar. Polisi pun melanjutkan penyelidikan hingga akhirnya mengarah kepada F yang merupakan anak kandung korban.
F kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap di sebuah rest area di wilayah Tangerang Selatan. Setelah ditangkap, F ditahan di Mapolres Bogor untuk menjalani proses hukum.
Berdasarkan keterangan sementara penyidik, peristiwa tersebut diduga bermula dari pertengkaran antara korban dan pelaku. F disebut merasa kesal setelah ditegur korban karena pulang larut malam.
Dalam pemeriksaan, F juga disebut mengakui adanya kekerasan yang terjadi di kamar mandi hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Selain menyelidiki dugaan penggunaan racun, polisi masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kematian H.
Hasil pemeriksaan organ dalam korban nantinya akan menjadi salah satu dasar bagi penyidik untuk memastikan penyebab kematian. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik sebelum mengambil kesimpulan lebih lanjut terkait dugaan korban diracun.
















































You must be logged in to post a comment Login