Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Akhir Perjuangan Anak Politikus PKS yang Ditemukan dengan 19 Luka di Tubuh

 

Cilegon Norton News— Fakta kejam terungkap dalam kasus pembunuhan anak seorang politikus PKS di Cilegon, Banten. Korban berinisial A (9) tewas setelah mengalami sejumlah luka, termasuk sekitar 10 tusukan serta memar di beberapa bagian tubuhnya.

Pelaku berinisial HA sempat masuk dalam daftar buronan selama tiga pekan usai menghilangkan nyawa bocah tersebut. Ia akhirnya berhasil ditangkap ketika kembali melakukan aksi kriminal dengan membobol rumah mantan anggota DPRD Cilegon, Roisudin Sayuri.

HA diamankan pada Jumat (2/1). Saat aksinya diketahui, pelaku berusaha melarikan diri ke dalam rumah, namun berhasil dikepung dan ditangkap oleh warga bersama aparat kepolisian.

Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa pelaku nekat melakukan perbuatannya karena dorongan masalah ekonomi. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Dian Setyawan, menjelaskan bahwa pelaku awalnya terlibat dalam investasi saham kripto dengan modal awal sebesar Rp 400 juta.

Meski sempat memperoleh keuntungan hingga Rp 4 miliar, pelaku masih merasa belum cukup dan kembali terjun ke investasi kripto.

Dian menjelaskan bahwa pelaku kembali memainkan aset kripto melalui sebuah aplikasi, namun kali ini justru mengalami kerugian.

Dilansir dari Detik com- Akibat kekalahan tersebut, pelaku kemudian meminjam dana dari berbagai pihak, yakni kredit bank sebesar Rp 700 juta, pinjaman dari koperasi tempatnya bekerja senilai Rp 70 juta, serta pinjaman online sebesar Rp 50 juta.

Ia menambahkan bahwa seluruh pinjaman itu kembali digunakan untuk bermain kripto, namun hasilnya kembali merugi.

Polisi menyebut HA bertindak seorang diri dalam melakukan aksi pencurian. Ia memilih target rumah secara acak untuk dibobol.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Dian Setyawan menjelaskan bahwa pelaku memiliki modus dengan menekan bel rumah sebanyak tiga hingga empat kali. Jika tidak ada respons dari dalam, pelaku menganggap rumah tersebut kosong, lalu memanjat pagar dan melancarkan aksinya.

Dian menambahkan bahwa aksi pencurian itu telah direncanakan sebelumnya. Pelaku juga menyiapkan cara untuk mengelabui penghuni apabila ada yang keluar setelah bel ditekan.

Apabila ada penghuni yang menemui, pelaku akan berpura-pura menanyakan alamat rumah, ujar Dian.

Rumah milik politikus PKS tersebut menjadi lokasi kejadian pertama yang disasar pelaku. Saat kejadian berlangsung, kondisi cuaca tengah diguyur hujan deras.

Dian menjelaskan, kejadian di lokasi pertama berlangsung sekitar pukul 13.17 hingga 13.42. Dalam kondisi hujan lebat, pelaku mendatangi rumah tersebut dan menekan bel sebanyak empat kali. Karena tidak mendapat respons, pelaku kemudian menekan bel melalui tiang di samping pos satpam.

Setelah berhasil masuk ke area rumah, pelaku langsung menuju lorong di sisi kiri bangunan utama. Di lokasi itu, pelaku mencongkel jendela kamar pembantu yang berada di bagian kiri rumah utama untuk masuk ke dalam.

Saat menjalankan aksinya, pelaku diduga mengenakan masker, helm full face, serta sarung tangan. Ia berhasil masuk ke dalam rumah setelah mencongkel jendela.

Setelah berada di lantai satu, pelaku melihat sebuah brankas besar dalam kondisi pintu terbuka. Ia sempat mencoba membuka dan mengutak-atik brankas tersebut, bahkan menggeser posisinya, namun tidak berhasil. Selanjutnya, pelaku naik ke lantai dua rumah.

Di lantai dua, pelaku mendatangi kamar korban A dan mendapati korban tengah bermain ponsel di atas kasur. Pelaku kemudian menghampiri korban sambil memberi isyarat agar diam dengan mengacungkan jari telunjuk ke bibir.

Pelaku sempat menanyakan keberadaan ayah korban, yang dijawab korban sedang keluar. Selanjutnya, pelaku menanyakan kunci brankas, namun korban mengaku tidak tahu dan menyebut kemungkinan kunci tersebut dipegang oleh kakaknya yang berada di kamar ujung lantai dua.

Pelaku kemudian merangkul korban dan membawanya ke lemari berwarna putih di kamar utama ayah korban, lalu berusaha mengikat korban.

Saat hendak diikat, korban melakukan perlawanan dengan menendang kemaluan pelaku sebanyak dua kali, serta mengenai bagian lutut dan siku. Akibat perlawanan tersebut, pelaku langsung melakukan penusukan terhadap korban.

Korban sempat berteriak dan pelaku terus melakukan penusukan. Setelah itu, pelaku kembali turun ke lantai satu menuju lokasi brankas. Di sekitar brankas, petugas menemukan bekas darah pada bagian tombol kode serta permukaan atas brankas.

Karena merasa aksinya tidak membuahkan hasil, pelaku kemudian melarikan diri melalui jalur awal masuk, yakni jendela kamar pembantu. Ia melompati pagar dan kabur meninggalkan lokasi kejadian.

19 Luka di Tubuh Korban

Kepala Instalasi Forensik RSUD Cilegon, Baety Adhayati, menjelaskan bahwa luka pada leher korban menyebabkan terputusnya pembuluh nadi utama sehingga menimbulkan pendarahan hebat. Selain itu, terdapat luka tusuk di dada kanan yang menembus paru-paru dan juga mengakibatkan pendarahan.

Baety menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan, terdapat dua luka yang menjadi penyebab utama kematian korban, yakni luka tusuk di leher kiri yang memutus pembuluh nadi utama serta luka tusuk di dada kanan yang menembus paru-paru hingga menyebabkan pendarahan dan gangguan pada paru-paru.

Menurutnya, kedua luka tersebut yang menyebabkan korban meninggal dunia, sementara luka-luka lainnya tidak secara biologis menjadi penyebab kematian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ditemukan total 19 luka pada tubuh korban yang disebabkan oleh benda tajam dan benda tumpul. Rinciannya terdiri dari 10 luka tusuk serta 9 luka akibat benturan benda tumpul yang menimbulkan memar, lecet, dan pembengkakan di sejumlah bagian tubuh.

Ia menjelaskan bahwa terdapat 10 luka tusuk, sembilan luka tangkis, serta luka lainnya akibat kekerasan tumpul berupa memar, lecet, dan bengkak.

Dalam penyelidikan, polisi turut mengamankan dua bilah pisau dari tangan tersangka. Kedua pisau tersebut memiliki panjang sekitar 24 sentimeter, dan salah satunya digunakan pelaku untuk menghabisi korban.

Perwakilan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, Kompol Irfan Rofik, menyebutkan bahwa barang bukti yang diterima berupa satu bilah pisau bergagang kayu dengan panjang sekitar 24 sentimeter yang dibungkus kertas. Selain itu, terdapat dua pisau dengan ukuran dan merek yang sama satu masih terbungkus dan satu tanpa pembungkus serta satu buah masker berwarna hitam.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...