Yogyakarta,NortonNews.com – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memastikan Pemkot Yogyakarta telah memenuhi kebutuhan dasar Azizah, bocah TK yang sempat viral karena merawat ayahnya yang sakit. Bantuan yang diberikan mencakup jaminan kesehatan, pendidikan, dan tempat tinggal yang layak.
Hasto menegaskan anak seusia Azizah tidak boleh dilibatkan dalam pekerjaan apa pun. Ia mengingatkan bahwa jika Azizah ikut mencari nafkah, maka pendidikan dan kesehatannya bisa terganggu.
“Tidak boleh diajak kerja dulu, nanti dia tidak sekolah dan tidak terurus kesehatannya,” kata Hasto, Senin (20/4/2026).
Dilansir dari Kompas.com – eski Azizah dan ayahnya, Hermanto atau yang akrab disapa Siman, ber-KTP Jomblangan, Banguntapan, Bantul, Pemerintah Kota Yogyakarta tetap memberikan bantuan.
Langkah tersebut diambil karena keluarga itu saat ini tinggal atau berdomisili di sebuah kos di kawasan Giwangan, Kota Yogyakarta.
Saat ini, Siman bersama kedua anaknya, Azizah dan Agip, telah dipindahkan dari kamar kos kecil di bantaran Sungai Gajah Wong ke Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai di Purbayan, Kotagede. Pemindahan ini dilakukan agar mereka mendapat pengasuhan yang lebih layak dan lebih baik.
Hermanto, yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung rosok, mengalami keluhan sakit kepala berat yang menghambat aktivitasnya. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan membantu mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatannya.
“BPJS-nya juga dibantu diaktifkan, kita menghubungi Bantul untuk mengaktifkan. Jadi prinsipnya kita membantu kehidupan tanpa mengenal batas wilayah,” ujar Hasto.
Siman direncanakan akan dirujuk ke RS Jogja untuk penanganan lanjutan dan tindakan operasi. Ia juga telah menyetujui anak-anaknya untuk sementara diasuh di Rumah Singgah agar dapat lebih fokus bersekolah.
Terkait kasus ini, Hasto mengakui bahwa keluarga Azizah sempat tidak terpantau sejak awal karena kendala administrasi kependudukan di luar wilayah Kota Yogyakarta. Namun, peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi Pemkot untuk lebih aktif dalam menjangkau warga yang hidup dalam kondisi kurang layak.
“Kami setiap minggu melakukan program bedah rumah untuk memastikan tidak ada warga di kota ini yang hidup tidak layak. Mereka harus diangkat dan dibantu. Harapannya, tidak ada lagi Azizah- Azizah yang lain,” pungkasnya.
Sebelumnya, kisah Azizah sempat menyentuh banyak pihak setelah diketahui merawat ayahnya yang sedang sakit di kamar kos kecil berukuran 2,5 x 3 meter.
Sejak ayahnya jatuh sakit sekitar dua minggu lalu, bocah tersebut menjalankan berbagai pekerjaan rumah tangga sendiri, mulai dari mencuci pakaian, mencuci piring, hingga memijat sang ayah.


















































You must be logged in to post a comment Login