Jakarta,Norton News -Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, menyoroti kasus kekerasan yang menimpa siswi berinisial SMN (16) di sebuah SMA negeri di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Siswi tersebut diduga dibanting gurunya, Vince Aplugi, hingga tidak sadarkan diri.
Lalu menilai kejadian ini menunjukkan bahwa pembinaan karakter, kompetensi pedagogik, serta pengawasan terhadap tenaga pendidik masih belum berjalan maksimal. Ia menyebut peristiwa kekerasan dalam kegiatan belajar mengajar, di mana pun terjadi, merupakan hal yang sangat memprihatinkan.
Ia mengingatkan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Karena itu, ia mendorong agar aturan tersebut diterapkan secara konsisten dan serius di seluruh satuan pendidikan. Selain penegakan regulasi, Lalu juga meminta adanya sanksi tegas bagi pelaku, pendampingan untuk korban, serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan guru agar kejadian serupa tidak terulang.
Dilansir dari Detik News – Menurutnya, proses pembelajaran harus dilakukan dengan cara yang beretika dan manusiawi karena hal itu menjadi dasar utama pendidikan. Guru, kata dia, seharusnya mampu membangun komunikasi yang sehat dengan siswa, menciptakan rasa aman, serta menerapkan disiplin positif tanpa kekerasan. Sekolah pun harus menjadi lingkungan yang aman dan mendidik, bukan tempat terjadinya tindakan kekerasan.
Sebelumnya diberitakan, insiden itu terjadi saat korban mengikuti ujian Biologi di kelas. Berdasarkan keterangan polisi, korban diduga dianiaya karena tidak mampu menggambar neuron atau sel saraf. Kasat Reskrim Polres Belu, Rachmat Hidayat, menyatakan terlapor memukul korban menggunakan botol berisi air mineral, menarik rambutnya, dan membantingnya ke kursi hingga pingsan serta mengalami sakit kepala dan pusing. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (24/2) sekitar pukul 12.00 Wita.















































You must be logged in to post a comment Login