NortonNews – Timnas Indonesia harus puas bermain imbang tanpa gol saat menghadapi Lebanon dalam pertandingan persahabatan internasional di Stadion Gelora Bung Tomo.
Skuad Garuda sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola. Namun, dominasi tersebut belum mampu menghasilkan serangan yang efektif untuk membongkar pertahanan rapat Lebanon.
Dilansir dari jawapos.com – Terdapat lima faktor yang membuat Indonesia kesulitan mencetak gol dalam pertandingan tersebut.
- Penguasaan Bola Tidak Diiringi Efektivitas Serangan
Indonesia tercatat menguasai lebih dari 70 persen bola sepanjang pertandingan. Meski demikian, penguasaan tersebut belum mampu diterjemahkan menjadi peluang-peluang berbahaya.
Aliran bola lebih banyak berputar di lini tengah tanpa penetrasi yang cukup tajam menuju pertahanan Lebanon. Situasi ini membuat lawan relatif mampu mengantisipasi serangan Indonesia.
- Kreativitas di Lini Depan Masih Terbatas
Pemain-pemain naturalisasi Indonesia juga menghadapi kesulitan ketika berusaha membongkar pertahanan Lebanon yang bermain rapat.
Pola serangan Garuda terlihat cukup monoton sehingga mudah dibaca lawan. Ketika memasuki area dekat kotak penalti, Indonesia kesulitan menciptakan variasi serangan yang dapat membuka ruang dan menghasilkan peluang bersih.
- Penyelesaian Akhir Kurang Akurat
Beberapa percobaan berhasil dilakukan Indonesia, tetapi sebagian besar tembakan belum mengarah tepat ke sasaran.
Lilipaly sempat melepaskan percobaan pada babak pertama, tetapi upayanya belum membahayakan gawang Lebanon. Tembakan lainnya juga lebih sering melambung atau keluar dari target.
Rendahnya akurasi penyelesaian akhir menjadi salah satu penyebab Indonesia gagal memecah kebuntuan.
- Pergantian Pemain Belum Mengubah Jalannya Serangan
Patrick Kluivert berupaya meningkatkan intensitas permainan dengan memasukkan empat pemain baru pada babak kedua. Salah satunya adalah Adrien Wibowo yang menjalani debut bersama tim nasional.
Namun, perubahan tersebut belum memberikan pengaruh besar terhadap kualitas serangan Indonesia. Hingga pertandingan berakhir, pertahanan Lebanon tetap mampu meredam tekanan yang diberikan skuad Garuda.
- Pertahanan Lebanon Tampil Disiplin
Faktor terakhir sekaligus salah satu yang paling menentukan adalah organisasi pertahanan Lebanon yang sangat solid.
Para pemain Lebanon mampu menjaga jarak antarlini, menutup ruang gerak pemain Indonesia, serta tidak mudah terpancing keluar dari posisi masing-masing. Kedisiplinan tersebut membuat Indonesia kesulitan menemukan celah hingga peluit akhir berbunyi.
Pada akhirnya, kedua tim harus berbagi angka setelah pertandingan berakhir dengan skor 0-0.














































You must be logged in to post a comment Login