NortonNews – Taiwan menjadi salah satu wilayah pengembangan kaderisasi Pagar Nusa di luar Indonesia. Pengalaman hidup di lingkungan multikultural, kedisiplinan, kemampuan berbahasa, serta jaringan diaspora dinilai dapat menjadi modal untuk memperkuat keberadaan Pagar Nusa di tingkat internasional.
Ketua Umum PP Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen mengatakan Taiwan merupakan salah satu langkah awal dalam pengembangan jaringan kader Pagar Nusa di luar negeri. Menurutnya, hal terpenting bukan sekadar jumlah kader, melainkan kontribusi yang dilakukan setelah proses kaderisasi.
“Yang menentukan adalah apa yang kita lakukan setelah keluar dari ruangan ini. Jaga kiai. Jaga jam’iyyah. Jaga persaudaraan. Jaga Indonesia,” ujar Gus Nabil, Senin (28/9/2026).
Sebanyak 25 kader pesilat Pagar Nusa kemudian dibaiat dan dikukuhkan setelah menyelesaikan Diktama, sebagai bagian dari kaderisasi Pasukan Inti (Pasti). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor PCI NU Taiwan Ranting Taichung.
Dilansir dari okezone.com – Gus Nabil mengingatkan bahwa kader Pagar Nusa yang berada di luar negeri memiliki tanggung jawab lebih besar. Mereka tidak hanya membawa nama organisasi, tetapi juga merepresentasikan Nahdlatul Ulama (NU) dan Indonesia di tengah masyarakat setempat.
Karena itu, kader Pagar Nusa di luar negeri diharapkan tidak hanya dikenal melalui kemampuan bela diri. Mereka juga dituntut menunjukkan akhlak, kedisiplinan, kepedulian, serta kemampuan membangun persaudaraan.
Menurut Nabil, pencak silat dapat berperan lebih luas sebagai sarana memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus membangun hubungan persahabatan dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Kader Pasti Taiwan diproyeksikan memiliki tiga karakter, yakni pendekar yang terlatih dan disiplin, santri yang menjaga adab serta tradisi, dan “diplomat rakyat Indonesia” yang mampu membangun komunikasi serta persahabatan lintas budaya.
Nabil menegaskan, pengembangan Pagar Nusa di luar negeri tidak cukup hanya dengan membentuk struktur organisasi. Kaderisasi harus terus dilakukan agar setiap anggota tetap memiliki jati diri, nilai organisasi, dan semangat pengabdian.
“Kalau Pagar Nusa tumbuh di luar negeri, kaderisasinya juga harus tumbuh. Tidak cukup kita punya struktur dan bendera Pagar Nusa di berbagai tempat. Orang-orang yang berada di dalamnya juga harus ditempa,” katanya.













































You must be logged in to post a comment Login