JAKARTA, NortonNews – Sebanyak 20 penyandang disabilitas mengikuti pelatihan pembuatan aneka roti dan kue yang digelar Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur. Program ini menjadi salah satu upaya membekali peserta dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja maupun membuka usaha secara mandiri.
Pelatihan bidang bakery tersebut berlangsung selama 30 hari kerja. Para peserta mendapatkan materi praktik membuat berbagai jenis roti, mulai dari roti pisang, blueberry, cream cheese, roti kopi hingga roti sosis.
Kepala PPKD Jakarta Timur, Teguh Hendarwan, mengapresiasi semangat para peserta selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Dilansir dari Beritajakarta.id – Teguh mengatakan peserta diarahkan agar mampu memanfaatkan keterampilan tersebut untuk membuka atau mengembangkan usaha sendiri. Dengan begitu, pelatihan diharapkan dapat mendorong peserta menjadi lebih mandiri secara ekonomi.
Selain keterampilan membuat roti, peserta juga mendapatkan pembelajaran tambahan berupa kecakapan berbahasa Inggris. Kemampuan tersebut diberikan sebagai bekal pendukung, terutama untuk menghadapi perkembangan Jakarta sebagai kota global.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta dijadwalkan mengikuti uji kompetensi selama dua hari. Mereka yang dinyatakan lulus nantinya akan memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan PPKD Jakarta Timur.
PPKD Jakarta Timur juga menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan masing-masing peserta. Instruktur menggunakan media visual agar materi, termasuk resep dan tahapan pembuatan roti, lebih mudah dipahami oleh penyandang disabilitas.
Teguh menjelaskan, PPKD Jakarta Timur menjadi satu-satunya fasilitas pelatihan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang memiliki Disabilitas Learning Center. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung proses pembelajaran bagi peserta penyandang disabilitas.
Bagi keluarga peserta, pelatihan tersebut juga menjadi pengalaman yang membanggakan. Salah satunya Zanti, orang tua peserta bernama Adrian Hakim Indra Kusuma, yang mengaku sempat ragu anaknya mampu mengikuti pelatihan bakery. Namun, setelah melihat kemampuan Adrian membuat berbagai jenis roti, keraguan tersebut berubah menjadi rasa bangga.
Program ini diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan kepercayaan diri, serta memiliki peluang untuk membangun usaha secara mandiri.


















































You must be logged in to post a comment Login