
Ilustrasi gas LPG 3 Kg. (Foto: ANTARA FOTO/AMPELSA)
Jakarta, Norton News – Dikutip dari Detik.com Kelangkaan gas elpiji 3 kg akhir-akhir ini disebabkan oleh fenomena panic buying yang terjadi di kalangan pengecer dan warung-warung. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi), Hari Nugroho, mengungkapkan bahwa peraturan baru dari Dirjen Migas terkait pendistribusian gas melon ke pangkalan membuat beberapa pengecer bergegas membeli dalam jumlah besar, sehingga menyebabkan pasokan gas langka di masyarakat.
Untuk mengatasi hal tersebut, Hari mengimbau agar warga tidak perlu khawatir dan menimbun gas elpiji 3 kg.
Penyebab kelangkaan gas juga dipengaruhi oleh kebijakan harga eceran tertinggi (HET) yang sejak 2015 tidak mengalami kenaikan. Akibatnya, wilayah sekitar Jakarta seperti Tangerang, Bekasi, dan Depok mengalami peningkatan HET, yang menyebabkan pasokan gas elpiji 3 kg ke Jakarta terganggu.
Pihak Pemprov Jakarta juga telah menginstruksikan agen dan pangkalan untuk memantau stok gas secara rutin, dengan melaporkan kondisi pasokan setiap pagi dan sore. Jika stok mulai menipis, agen akan segera mengirimkan pasokan tambahan ke wilayah yang membutuhkan.
Ke depan, Pemprov Jakarta berencana untuk mengevaluasi kebijakan HET, terutama untuk daerah penyangga Jakarta, guna mengurangi ketimpangan pasokan dan harga gas.















































You must be logged in to post a comment Login