
Mendikdasmen Abdul Mu’ti YouTube (Tanoto Foundation)
Jakarta, Norton News – Dikutip dari Detik.com Kasus viral mengenai siswa SD di Medan yang dihukum belajar di lantai akibat menunggak SPP, mendapat perhatian serius dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Dalam komentarnya, Mu’ti mengingatkan kepada seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, untuk tidak menggunakan metode disiplin yang bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan.
Kasus ini berawal ketika seorang siswa berinisial M (10) yang duduk di kelas 4 SD swasta di Kota Medan, dihukum untuk duduk di lantai selama dua hari berturut-turut pada 6-7 Januari 2025. Hukuman tersebut diberikan oleh wali kelasnya, guru berinisial H, karena M menunggak pembayaran SPP selama tiga bulan berturut-turut, yakni dari Oktober hingga Desember 2024.
Mu’ti menyayangkan hukuman tersebut, karena dianggap tidak mencerminkan nilai pendidikan yang seharusnya memuliakan.
Namun, Mu’ti juga menyampaikan bahwa pihak terkait telah menemukan solusi atas masalah ini. Berdasarkan laporan dari Balai Penjamin Mutu Pendidikan Sumatera Utara, masalah tersebut sudah dianggap selesai dan ada jalan keluar yang diterima oleh kedua pihak.
Kasus ini mencuat sebagai pengingat pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi dalam dunia pendidikan, terutama dalam menanggapi masalah administrasi seperti tunggakan SPP, yang seharusnya tidak mengorbankan kesejahteraan psikologis murid.















































You must be logged in to post a comment Login