
Presiden Donald Trump menyambut Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau saat tiba di Gedung Putih, 20 Juni 2019, di Washington. (Sumber Foto: AP)
Jakarta, Norton News – Dilansir dari VOA Indonesia, Pada hari Sabtu (30/11), Donald Trump menggambarkan pertemuannya yang tiba-tiba dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau di Florida sebagai “sangat produktif.” Pertemuan ini berlangsung hanya beberapa hari setelah presiden terpilih Amerika Serikat tersebut mengejutkan Ottawa dengan ancamannya untuk mengenakan tarif pada impor dari Kanada.
Dalam kunjungan tak terencana tersebut, Trudeau tampak tersenyum saat meninggalkan sebuah hotel di West Palm Beach untuk menghadiri makan malam di perkebunan Trump yang berlokasi di Mar-a-Lago.
Setelahnya, Trump menuliskan di situs web Truth Social miliknya bahwa ia baru saja melakukan “pertemuan yang sangat produktif dengan Perdana Menteri Justin Trudeau.”
Dia menyatakan bahwa kedua pria tersebut telah membahas berbagai isu, termasuk “krisis fentanil dan narkoba yang merenggut banyak nyawa sebagai dampak dari imigrasi ilegal.”
Trump menambahkan bahwa Perdana Menteri Trudeau berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihaknya guna mengakhiri dampak buruk yang dialami oleh keluarga-keluarga di Amerika Serikat.
Baca Juga: Hebat! Pertamina Sumbang Rp 304,7 Triliun ke Negara di 2023
Trudeau mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah melakukan “dialog yang sangat konstruktif” dengan Trump, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Trump menuduh Kanada dan Meksiko gagal mencegah masuknya migran tanpa dokumen. Dia juga menyalahkan kedua negara tersebut, bersama dengan China, atas masalah narkoba di Amerika Serikat.
Kunjungan Trudeau terjadi setelah pengumuman mengejutkan dari Trump pada Senin pekan lalu, yang menetapkan tarif impor 25 persen untuk Kanada dan Meksiko serta 10 persen untuk China jika ketiga negara tersebut gagal menangani masalah narkoba dan migrasi.
Penerapan tarif seperti itu bisa memiliki dampak negatif.
Lebih dari 75 persen ekspor Kanada, yang bernilai 592,7 miliar dolar Kanada (sekitar $423 miliar), dikirim ke Amerika Serikat pada tahun lalu. Hampir dua juta pekerjaan di Kanada bergantung pada perdagangan ini.
Menurut sumber AFP di pemerintahan Kanada, Ottawa sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan tarif balasan terhadap Amerika Serikat.
Trudeau merupakan pemimpin asing pertama yang bertemu dengan Trump setelah terpilih sebagai presiden.
Baca Juga: PJ Walikota Pekanbaru Tambah Catatan Hitam Kasus OTT 2024
Namun pada hari Rabu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum berbicara dengan Trump melalui telepon dan kemudian menepis kemungkinan terjadinya perang dagang dengan Amerika Serikat.
“Tidak ada kemungkinan terjadinya perang tarif,” ujarnya kepada wartawan pada hari Kamis.
Trump kemudian menyatakan bahwa Sheinbaum “setuju untuk menghentikan migrasi melalui Meksiko… yang pada dasarnya menutup perbatasan Selatan kita.”
Sebagian orang beranggapan bahwa ancaman tarif yang dilontarkan oleh Trump merupakan gertakan belaka, atau mungkin langkah awal menuju negosiasi perdagangan di masa depan. Namun demikian, Trudeau menolak pandangan ini ketika berbicara kepada wartawan sebelumnya di Provinsi Prince Edward Island.















































You must be logged in to post a comment Login