Gelombang PHK betul- betul lagi menerpa industri teknologi besar. Terkini, raksasa e- commerce Amazon dilaporkan hendak memberhentikan dekat 10 ribu pegawainya.
Media New York Times serta Wall Street Journal memberi tahu pertama kali tentang pengurangan pegawai Amazon, yang didirikan oleh Jeff Bezos itu.
PHK itu merupakan yang sangat besar dalam sejarah industri. Tetapi demikian, sebab jumlah karyawannya sangat banyak, persentasenya cuma dekat 1% dari seluruh pegawai Amazon.
Pada akhir tahun 2019 saja, Amazon memberi tahu kalau jumlah total karyawan mereka menggapai 798 ribu orang. Apalagi bila ditambah dengan pegawai part time ataupun paruh waktu, angkanya menggapai 1, 6 juta orang.
Belum terdapat uraian dari Amazon menimpa berita ini. Andy Jassy, CEO Amazon penerus Jeff Bezos, sepanjang ini memanglah berupaya melaksanakan efisiensi di tengah suasana ekonomi yang kurang baik.
Apalagi dikala ini, Amazon telah tidak lagi menerima pegawai baru. Laporan keuangan mereka di bulan Oktober tidak memuaskan sehingga harga saham terpangkas 3%, membuat valuasi pasarnya jatuh di dasar USD 1 triliun buat awal kali semenjak April 2020.
PHK lagi banyak terjalin. Riset dari Crunchbase menyebut hingga Oktober 2022, terdapat 45 ribu karyawan raksasa teknologi kena PHK, di Amerika Serikat saja. Itu tercantum pengurangan karyawan Twitter yang diucap berjumlah 3. 700 karyawan.
Nah, pengurangan pegawai Meta belum turut dihitung sebab masih sangat baru. Bila ditambah 11 ribu orang karyawan Meta yang diberhentikan, hingga total terdapat 56 ribu pegawai industri teknologi di AS yang kena gelombang PHK.
Tidak hanya Twitter serta Meta, nama besar lain yang memberhentikan lumayan banyak karyawan merupakan Seagate, Microsoft, Intel, hingga Netflix.
Raksasa hardisk Seagate sudah mengumumkan pemangkasan dekat 3. 000 karyawan terpaut ketidakpastian ekonomi serta penyusutan permintaan benda.” Kami sudah mengambil aksi yang kilat buat merespons keadaan pasar dikala ini serta tingkatkan keuntungan jangka panjang,” kata CEO Seagate, Dave Mosley.
Sumber : Detikcom















































You must be logged in to post a comment Login