
ILUSTRASI – Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta pada Selasa (10/9).
(Sumber Foto: Katadata.co.id)
Jakarta, Norton News – Dilansir dari detikNews, Program makan bergizi gratis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo akan dimulai pada bulan Januari 2025 mendatang. Untuk awal, program tersebut akan ditargetkan kepada 3 juta anak Indonesia di tiga bulan pertama.
“Januari mungkin 3 juta anak untuk 3 bulan pertama, 3 bukan berikutnya kita tambah,” kata Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/11/2024).
Dadan menyampaikan bahwa satu porsi makanan bergizi tersebut memiliki batas anggaran sebesar Rp15.000 per anak. Namun masih bersifat fleksibel tergantung nilai bahan pokok di daerah masing-masing.
“Begini hitungan APBN itu adalah Rp 15 ribu per anak, tapi nanti kan fleksibel tergantung kemahalan di daerah, mungkin ada yang kurang dari itu, kelebihannya sehingga bisa digunakan di daerah yang lebih mahal. Jadi ditentukan di APBN per anak segitu. Tapi implementasinya tergantung dari pelaksanaan di daerah masing-masing. Kami kan tidak beli paket makan, kami beli bahan baku yang akan dimasak,” katanya.
Perihal menu masakan, Dadan juga menyampaikan bahwa hal tersebut tidak diatur oleh Badan Gizi Nasional, tetapi ahli gizi di masing-masing satuan pelayanan wilayah.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Turun 10% 2024, Berlaku di Seluruh Bandara Indonesia!
“Menu tidak ditentukan Badan Gizi, tapi Badan Gizi menentukan komposisi nutrisi gizi nasional. Menunya nanti merupakan tanggung jawab dari ahli gizi di masing-masing satuan pelayanan. Kan kita menempatkan satu ahli gizi di masing-masing satuan pelayanan,” ujarnya.
Dadan menyatakan rencana pihaknya untuk memperkerjakan masyarakat lokal dalam memasak makanan bergizi tersebut. Ia membuka kesempatan bagi usaha katering yang siap dan tertarik untuk bekerja sama. Nantinya kerja sama tersebut akan berada di bawah pengawasan Badan Gizi untuk menjamin kualitas makanannya.
“Sistemnya itu kita akan membangun satuan pelayanan yang seluruhnya dikelola badan gizi tapi yang kerja adalah masyarakat lokal,” ujarnya.
“Kalau ada katering yang bersedia dan siap hadir bagian Badan Gizi Nasional, kita gunakan catering itu tapi kita akan tempatkan personel Badan Gizi untuk menjamin seluruh pengendalian operasional dan kualitas,” ujarnya.















































You must be logged in to post a comment Login