Jakarta, Norton News – Dikutip dari Kompas.com, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dimulai secara bersamaan pada Senin (10/2/2025) ini dinyatakan tidak mengganggu pelaksanaan efisiensi anggaran sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Penjabat Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi, menjelaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis di Jakarta memanfaatkan stok alat medis yang tersedia. “Saat ini CKG masih menggunakan dana APBN.
Namun, untuk saat ini, kita masih memanfaatkan persediaan bahan medis sekali pakai,” ungkap Teguh saat ditemui di Pulogadung, Jakarta Timur, pada hari Senin. Teguh juga menambahkan, salah satu peranan tenaga medis adalah memberikan layanan kepada masyarakat dan melakukan pemeriksaan kesehatan.
Oleh karena itu, program ini diakui tidak berpengaruh terhadap efisiensi anggaran. Sementara itu, dalam menanggapi arahan Presiden mengenai efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi Jakarta telah mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 2 Tahun 2025.
Baca Juga:
Kemenkes Membatasi 30 Kuota Harian untuk Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Puskesmas
Teguh menjelaskan, Ingub ini selanjutnya akan disampaikan kepada Gubernur serta Wakil Gubernur Jakarta yang terpilih, Pramono Anung dan Rano Karno. “Sebenarnya rapat pimpinan terkait efisiensi sudah dilakukan, tetapi tentunya progres dan prosesnya tidak instan,” kata Teguh.
Walaupun begitu, Teguh menyatakan bahwa keputusan tentang program mana yang akan mengalami efisiensi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jakarta sepenuhnya ada pada Pramono dan Rano.
“Biarkan nanti Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur terpilih yang akan melakukan pemetaan secara rinci, lalu mengeksekusinya, apakah ini merupakan efisiensi atau alokasi ulang untuk program-program strategis dari Gubernur dan Wakil Gubernur yang mungkin belum dianggarkan,” ujar Teguh.
Ia juga menambahkan bahwa anggaran yang dialokasikan ulang dapat digunakan untuk mendukung program strategis pemerintah pusat yang belum masuk dalam APBD 2025.
Sebagai catatan, dalam Ingub Nomor 2 Tahun 2025, pemerintah provinsi Jakarta menekankan pentingnya penghematan dalam belanja di beberapa bidang, termasuk:
- Pengeluaran untuk perjalanan dinas Mengurangi biaya perjalanan dinas luar negeri sebanyak 50 persen. Mengurangi pengeluaran untuk perjalanan dinas dalam negeri sebanyak 50 persen. Memotong belanja untuk perjalanan dinas dalam kota sebesar 50 persen.
- Pengurangan kegiatan yang bersifat formal, termasuk kajian, studi perbandingan, percetakan, publikasi, serta seminar dan diskusi kelompok terfokus.
- Mengurangi pengeluaran yang bersifat mendukung dan tidak memberikan hasil yang terukur dalam belanja operasional, seperti biaya sewa hotel, sewa kendaraan, pengeluaran operasional kantor, biaya pemeliharaan, serta belanja modal untuk pengadaan peralatan dan mesin.
- Memotong anggaran untuk makanan dan minuman dalam kegiatan lapangan, penerimaan tamu, pertemuan, serta untuk layanan kesehatan, pendidikan, dan sosial.
- Selektif dalam memberikan hibah langsung, baik dalam bentuk barang, uang, atau jasa kepada Kementerian atau Lembaga.
- Penyesuaian pengeluaran APBD 2025 yang berasal dari Dana Transfer ke Daerah.














































You must be logged in to post a comment Login