
Foto: Prabowo Subianto (dok NU online)
Jakarta, Norton News – Dikutip dari Detik.com Presiden Prabowo Subianto menjelaskan keputusan pemerintah untuk menerapkan efisiensi anggaran di kementerian, lembaga, dan daerah dengan tujuan untuk kesejahteraan rakyat. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa kebijakan tersebut mendapat tantangan dari pihak-pihak tertentu yang merasa terancam, termasuk dalam birokrasi yang ia sebut sebagai ‘raja kecil’ yang merasa kebal hukum.
Prabowo menekankan bahwa efisiensi anggaran juga bertujuan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan, dengan memperbaiki sekitar 330.000 sekolah yang ada. Namun, anggaran yang tersedia saat ini hanya cukup untuk memperbaiki 20.000 sekolah.
Tak hanya itu, Prabowo juga menegaskan bahwa perjalanan dinas luar negeri akan dikurangi untuk menghemat anggaran.
Prabowo kemudian mengungkapkan bahwa dirinya sendiri sering melakukan perjalanan luar negeri, namun itu dilakukan sebagai kepala negara untuk menghadiri undangan konferensi-konferensi penting yang diadakan negara-negara besar demi kepentingan bangsa Indonesia.
Prabowo juga mengkritik kebiasaan studi banding yang menurutnya tidak efektif, seperti belajar mengentaskan kemiskinan ke negara yang sudah sangat kaya seperti Australia.
Tak takut menghadapi kritik, Prabowo menyatakan lebih takut menghadapi reaksi masyarakat, terutama emak-emak, yang menurutnya lebih mengutamakan hasil nyata daripada sekadar diskusi atau studi banding.















































You must be logged in to post a comment Login