NortonNews.com – Maruarar Sirait menyampaikan pernyataan tegas dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI terkait program perumahan rakyat dan pemanfaatan aset negara.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) itu menekankan bahwa aset milik negara seharusnya digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan rumah rakyat dan hunian bagi warga berpenghasilan rendah.
“Aset negara jangan sampai kalah. Kalau itu milik negara dan bisa dipakai untuk rakyat, maka harus kembali untuk rakyat,” ujar Ara, sapaan akrab Maruarar, di hadapan anggota dewan.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena tidak hanya membahas target pembangunan maupun anggaran, tetapi juga menyoroti persoalan penguasaan lahan yang dinilai menghambat penyediaan hunian bagi masyarakat.
Dalam rapat itu, Ara turut menceritakan pengalamannya saat meninjau langsung kawasan yang memiliki persoalan aset. Ia juga sempat menyebut nama Hercules dalam konteks penguasaan lahan, yang kemudian menarik perhatian peserta rapat maupun publik.
Menurutnya, masih banyak aset negara yang belum dimanfaatkan secara optimal atau justru dikuasai pihak tertentu, padahal lahan tersebut bisa digunakan untuk pembangunan rumah rakyat, kawasan permukiman masyarakat kecil, hingga fasilitas umum.
Dilansir dari lambeturah.co.id – Rapat kerja tersebut memperlihatkan arah baru komunikasi pemerintah di sektor perumahan. Pembahasan mengenai hunian rakyat kini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga dikaitkan dengan isu keadilan sosial dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.
Dalam penyampaiannya, Maruarar menegaskan bahwa program rumah rakyat merupakan bagian dari upaya negara menghadirkan akses hunian layak sekaligus mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat.

























































You must be logged in to post a comment Login