Jakarta, Norton News – Dikutip dari Kumparan.com Gunung Lewotobi Laki-Laki yang berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus pada Senin dini hari (4/11). Sejauh ini, 10 orang telah meninggal. Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyatakan bahwa sebagian korban masih terperangkap di bawah reruntuhan.
“Pada pukul 10.20 WIB dikonfirmasi bahwa korban jiwa meninggal akibat erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki yang dimulai sejak tadi malam itu berjumlah 10 jiwa,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers di kantornya, Senin (4/11).
“Kami mengkonfirmasi sudah ada 10 korban jiwa, sembilan sudah dievakuasi, satu korban belum dievakuasi. Karena posisi tertimpa reruntuhan sehingga masih menunggu personel SAR terkait,” jelas dia. Dari jumlah korban jiwa itu, lanjutnya, terdapat enam korban yang telah teridentifikasi.
Baca Juga: Tragedi Kecelakaan Beruntun di KM 92 Tol Cipularang
“Kita masih menerima konfirmasi dari Kakansar (Kepala Kantor SAR) Maumere bahwa jumlah korban enam orang ini yang sudah tervalidasi. Artinya, jasadnya sudah bisa ditemukan,” ungkapannya.
Muhari menyebutkan bahwa aktivitas gunung api Lewotobi telah mempengaruhi tujuh desa di dua kecamatan. Enam desa terdampak di Kecamatan Wulanggitang adalah Desa Pululera, Nawokote, Hokeng Jaya, Klatanlo, Boru, dan Boru Kedang. Kemudian, di Desa Dulipali, Kecamatan Ile Bura. Lebih lanjut, Muhari menjelaskan bahwa ada 2.734 keluarga atau 10.295 orang yang terkena dampaknya. “Ini jumlah orang yang terdampak di tujuh desa, bukan jumlah pengungsi,” jelasnya.
Akibat bencana ini, BNPB telah menetapkan status tanggap darurat selama 58 hari. Mulai dari tanggal 4 November hingga 31 Desember 2024.















































You must be logged in to post a comment Login