Connect with us

Hi, what are you looking for?

Politik

KPK Ungkap Wali Kota Madiun Diduga Menerima Dana Proyek yang Disamarkan sebagai CSR

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan bahwa Wali Kota Madiun, Maidi, diduga menerima uang dari sejumlah proyek yang disamarkan sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) di Kota Madiun. “Kasus ini terkait dengan penerimaan-penerimaan oleh kepala daerah atau Wali Kota Madiun dari beberapa proyek maupun izin di wilayah Kota Madiun. Beberapa di antaranya bahkan dikamuflasekan dengan modus CSR,” ujar Budi di Gedung KPK Merah Putih, Selasa (20/1/2026).

Meski begitu, Budi belum dapat memaparkan secara rinci konstruksi perkara karena Maidi masih menjalani pemeriksaan intensif di KPK. KPK berencana menjelaskan secara menyeluruh dalam konferensi pers yang dijadwalkan pada Selasa sore.Di sisi lain, Budi memastikan bahwa Maidi ditangkap dalam OTT KPK bersama beberapa orang lain. “Dari sembilan orang yang diamankan, yang pertama adalah kepala daerah atau Wali Kota Madiun, dua orang berasal dari ASN, dan enam lainnya berasal dari pihak swasta,” jelasnya.

Dilansir Dari KOMPAS COM-Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wali Kota Madiun, Maidi, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (19/1/2026). Penangkapan ini menjadi OTT kedua yang dilakukan KPK pada 2026, setelah sebelumnya menangkap lima orang terkait dugaan suap dalam pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, untuk periode 2021–2026.

Selain Maidi, penyidik KPK juga menahan 14 orang lainnya dalam operasi senyap tersebut, termasuk pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintah Kota Madiun dan pihak swasta. “Benar, hari ini Senin (19/1), tim melakukan kegiatan penyelidikan tertutup dengan mengamankan total 15 orang di wilayah Madiun, Jawa Timur,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).Budi menjelaskan bahwa mereka ditangkap dalam OTT terkait dugaan penerimaan fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di Madiun.

Dari operasi ini, KPK berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah. Setelah itu, sembilan dari 15 orang yang terjaring OTT, termasuk Maidi, dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...