
Gambar ilustrasi demonstrasi pro-Palestina di Tokyo, Jepang. (Reuters)
Jakarta, Norton News – Dikutip dari Detik.com Jepang kembali menunjukkan solidaritas internasional terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza. Di tengah gencatan senjata yang rapuh setelah bulan-bulan penuh tragedi, Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, mengumumkan bahwa pemerintah Jepang sedang merancang kebijakan untuk memberikan bantuan medis kepada warga Gaza yang sakit atau terluka akibat perang.
Selain perawatan medis, Jepang juga menawarkan kesempatan pendidikan, mengingat banyak generasi muda Gaza yang terdampak dan membutuhkan dukungan untuk masa depan mereka. Rencana ini menyerupai program yang pernah diluncurkan Jepang untuk warga Suriah pada 2017, yang memberi beasiswa kuliah di Jepang bagi beberapa pengungsi.
Melalui inisiatif ini, Jepang berharap dapat memberikan harapan baru bagi ribuan warga Gaza yang saat ini menghadapi kondisi yang sangat memprihatinkan. Dengan lebih dari 61.000 korban tewas dan jutaan lainnya mengungsi, tawaran ini menjadi secercah cahaya di tengah kegelapan.
Namun, meskipun niat baik ini telah diumumkan, jumlah pengungsi yang diterima oleh Jepang pada tahun-tahun sebelumnya terbilang terbatas. Pada 2023, Jepang hanya menerima 1.310 pencari suaka, jauh dari jumlah pemohon yang mencapai hampir 14.000 orang.















































You must be logged in to post a comment Login