NortonNews.com – Insiden memilukan terjadi di Masjid As Salam, Palopo, Sulawesi Selatan. Seorang imam masjid bernama Ahmad diduga mengalami pengeroyokan usai menegur beberapa anak yang bermain mikrofon dan pengeras suara di area masjid.
Peristiwa itu bermula pada sore menjelang salat Asar ketika area masjid dipenuhi aktivitas anak-anak yang bermain. Awalnya hanya terdengar suara bercanda, namun beberapa anak kemudian memainkan mikrofon dan pengeras suara masjid sambil bergurau hingga menirukan suara azan.
Melihat hal tersebut, Ahmad yang merupakan imam masjid langsung menghampiri mereka. Warga sekitar menyebut Ahmad sebelumnya memang beberapa kali menegur anak-anak yang dinilai terlalu berlebihan saat bermain di dalam masjid hingga menyebabkan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan.
Ahmad lalu meminta mereka berhenti dengan nada tegas. Dalam situasi emosional, ia juga disebut sempat menjitak beberapa anak sebagai bentuk peringatan agar tidak mengulangi perbuatannya.
Namun, teguran itu diduga memicu persoalan lebih besar. Salah satu orang tua anak yang merasa tidak terima kemudian mendatangi Ahmad. Perdebatan pun terjadi hingga suasana memanas dan berujung pada dugaan pengeroyokan terhadap imam masjid tersebut.
Dilansir dari Lambeturah.co.id – Akibat insiden tersebut, Ahmad mengalami luka pada bagian wajah dan pelipis. Foto dirinya dengan kondisi penuh luka kemudian beredar luas di media sosial hingga memicu berbagai reaksi dari warganet.
Banyak pihak menyayangkan peristiwa itu karena terjadi di lingkungan rumah ibadah.
Saat ini, pihak kepolisian telah meningkatkan penanganan kasus ke tahap penyidikan. Seorang perempuan berinisial S yang merupakan orang tua dari salah satu anak yang ditegur diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka.
Tak hanya itu, penyidik juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan dua orang lainnya dalam dugaan pengeroyokan terhadap imam masjid tersebut.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik dan dinilai sebagai pengingat agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijak tanpa kekerasan, terlebih ketika terjadi di tempat ibadah.

























































You must be logged in to post a comment Login