NortonNews.com – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa serangan drone kembali terjadi di wilayahnya, termasuk yang menargetkan fasilitas ladang minyak, pada Senin (9/3). Riyadh menyampaikan keluhan atas serangan-serangan tersebut, meskipun Iran sebelumnya menyatakan bahwa target mereka hanya aset milik Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah.
Arab Saudi juga memperingatkan bahwa Teheran berpotensi menjadi pihak yang paling merugi apabila serangan-serangan tersebut terus berlanjut.
Kementerian Pertahanan Saudi, seperti dikutip dari Al Arabiya pada Selasa (10/3/2026), menyebutkan bahwa setidaknya sembilan drone berhasil ditembak jatuh setelah terdeteksi terbang menuju ladang minyak Shaybah yang berada di wilayah Empty Quarter atau Gurun Rub al Khali.
Insiden terbaru ini terjadi sehari usai ladang minyak Shaybah diserang oleh sedikitnya lima drone, yang semuanya berhasil dicegat sebelum mencapai target.
Satu drone lainnya dilaporkan jatuh di sekitar wilayah Al-Jawf. Selain itu, tiga rudal balistik berhasil ditembak jatuh setelah terdeteksi mengarah ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan.
Serangan lain juga dilaporkan menargetkan kompleks perumahan di Al-Kharj, Arab Saudi. Akibat insiden tersebut, sedikitnya dua pekerja asing meninggal dunia, sementara 12 orang lainnya yang bekerja di perusahaan pemeliharaan mengalami luka-luka.
Dilansir dari Detik.com- Iran diketahui melancarkan serangkaian serangan menggunakan rudal dan drone ke negara-negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat. Serangan ini disebut sebagai balasan atas pengeboman yang dilakukan Washington dan Israel sejak 28 Februari lalu.
Pada Minggu (8/3) malam, otoritas Arab Saudi kembali menyampaikan peringatan kepada Iran. Riyadh menilai serangan berkelanjutan dari Teheran sebagai tanda meningkatnya eskalasi yang dapat berdampak serius terhadap hubungan saat ini maupun di masa mendatang.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Saudi menegaskan bahwa tindakan Iran terhadap negara-negara di kawasan tidak mencerminkan upaya untuk meredakan konflik. Bahkan, mereka memperingatkan bahwa jika siklus eskalasi terus berlanjut, Iran justru akan menjadi pihak yang paling dirugikan.
Kementerian tersebut juga menilai serangan yang menyasar area sipil, termasuk bandara dan fasilitas minyak, sebagai bentuk ancaman terhadap keamanan dan stabilitas. Tindakan itu disebut sebagai pelanggaran jelas terhadap piagam internasional serta hukum internasional.

























































You must be logged in to post a comment Login