
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar. (Foto: Devandra Abi Prasetya/detikHealth)
Jakarta, Norton News – Dikutip dari Detik.com Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia berencana memanggil sejumlah influencer dan seorang dokter kecantikan yang dikenal sebagai “dokter detektif” untuk menanyakan motif mereka dalam memberikan label “overclaim” pada produk skincare. Dokter detektif, yang aktif membuat konten di TikTok, mengungkapkan kandungan skincare dengan menggunakan metode uji laboratorium. BPOM merasa perlu untuk menyelidiki lebih dalam apakah kritik tersebut terkait dengan persaingan bisnis atau ada motif lain di baliknya.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa pemanggilan para influencer dan dokter tersebut bertujuan untuk memahami tujuan mereka. Meskipun begitu, BPOM tetap menghargai upaya para influencer dalam membantu masyarakat memahami risiko skincare berbahaya. BPOM menegaskan bahwa mereka adalah lembaga resmi yang memiliki wewenang penuh dalam pengawasan produk kosmetik. Para pihak yang dipanggil akan diminta untuk menjelaskan motif dan tujuan dari tindakan mereka dalam menilai produk kecantikan tersebut.















































You must be logged in to post a comment Login