Jakarta, Norton News – dikutip dari detik.com, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan pentingnya hilirisasi industri sebagai solusi mencegah lonjakan pengangguran intelektual di masa depan. Dalam acara wisuda Politeknik Energi dan Mineral Akamigas, Kamis (17/7/2025), Bahlil menyatakan kekhawatirannya jika kampus-kampus hanya melahirkan lulusan tanpa adanya ketersediaan lapangan kerja yang memadai.
“Kalau tidak ada lapangan pekerjaan disiapkan, saya takut kampus jadi pabrik pengangguran intelektual,” ujarnya.
Bahlil menegaskan bahwa hilirisasi merupakan langkah strategis pemerintah dalam menciptakan industri bernilai tambah dan menyerap tenaga kerja. Hilirisasi kini didorong di berbagai sektor, mulai dari minerba, migas, hingga perkebunan dan perikanan. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak boleh terus-menerus bergantung pada ekspor bahan mentah.
Sebagai Ketua Satgas Hilirisasi, Bahlil mengungkapkan pemerintah mengebut 21 proyek hilirisasi prioritas dengan nilai investasi sekitar US$ 45 miliar atau setara Rp 738 triliun. Proyek tersebut termasuk pembangunan penyimpanan minyak mentah, kilang minyak berkapasitas 500 ribu barel, dan fasilitas produksi gas DME dari batu bara untuk mengurangi ketergantungan pada impor LPG.
Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan amanat konstitusi untuk mengelola kekayaan alam demi kesejahteraan rakyat dan membuka peluang kerja bagi lulusan perguruan tinggi.

























































You must be logged in to post a comment Login